Kamis, 7 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Internasional

Australia Borong 200 Rudal Javelin dari Amerika Serikat Seharga 46 Juta Dolar

Amerika Serikat (AS) mengumumkan telah menyetujui penjualan 200 rudal Javelin tambahan ke Australia seharga 46 juta dolar AS.

Tayang:
Editor: m nur huda
defensenews.com
Rudal Javelin atau FGM-148 Javelin buatan Amerika Serikat 

TRIBUNJATENG.COM, WASHINGTON -  Australia memborong senjata tempur berupa rudal Javelin dari Amerika Serikat sejumlah 200 unit. 

Badan Kerjasama Keamanan Pertahanan (DSCA) Amerika Serikat (AS) mengumumkan bahwa pemerintah AS telah menyetujui penjualan 200 rudal Javelin tambahan ke Australia seharga 46 juta dolar AS.

"Departemen Luar Negeri (AS) telah membuat keputusan untuk menyetujui kemungkinan penjualan rudal Javelin dan peralatan terkait, kepada pemerintah Australia dengan perkiraan biaya 46 juta dolar AS," kata lembaga tersebut dalam rilis itu pada Jumat lalu.

DSCA pun menyampaikan sertifikasi yang diperlukan untuk memberitahu Kongres AS tentang kemungkinan dilakukannya transaksi penjualan.

Baca juga: Heboh Pesepeda di Sleman Diteror Cairan Mirip Air Keras, Terasa Gatal & Panas

Baca juga: Viral Video Wisatawan Asal Jateng Terjun dari Tebing Pantai Ngandong Gunungkidul, Kesulitan Menepi

Baca juga: Mengenal Irjen Ignatius Sigit, Kadiv Propam yang Meninggal, dari Salatiga hingga di Densus 88

Baca juga: Penyebab & Dampak Gempa Turki hingga Tsunami, 22 Tewas Sejumlah Nelayan Hilang

Dikutip dari laman Sputnik News, Sabtu (31/10/2020), pemerintah Australia telah meminta untuk membeli 200 rudal Javelin FGM-148E melalui bantuan teknis pemerintah AS dan elemen terkait logistik serta program pendukungnya.

Penjualan yang diusulkan ini disebut akan mendukung kebijakan luar negeri dan tujuan keamanan nasional AS.

"Angkatan Pertahanan Australia (ADF) berusaha untuk mengisi kekurangan jangka pendek dalam inventaris rudal Javelin untuk menjaga tingkat kesiapan yang sesuai. Penjualan yang diusulkan untuk peralatan dan dukungan ini tidak akan mengubah keseimbangan dasar militer di wilayah tersebut," jelas rilis itu.

Rudal yang dijual ini merupakan persediaan Angkatan Darat AS dan banyak digunakan dalam operasi tempur di Afghanistan dan Irak.

Selama ini, pasukan AS dan koalisi telah menggunakan Javelin pada lebih dari 5.000 operasi tempur sejak penempatannya pada 1996 silam.

Sudah Dimiliki Indonesia

Dalam kancah peperangan modern, bukan barang tentu akan ada pertempuran yang mempertemukan Infanteri dengan kompi lapis baja (Kavaleri).

Dilihat sekilas memang tak adil, infanteri harus berhadapan dengan mesin perang lapis baja, tentu banyak yang beranggapan tank akan mudah melibasnya.

Namun pertempuran modern tidak mengizinkan kejadian seperti itu berlangsung mudah.

Hal ini lantaran ditemukannya Anti-tank Guided Missile (ATGM) atau di Indonesia jamak disebut Senjata Lawan Tank yang bisa dipanggul oleh seorang prajurit infanteri.

Gunanya jika infanteri bertemu dengan kompi Kavaleri maka bisa melawan dan menghancurkannya.

Mengutip army-technology.com, Rabu (18/9/2019) tentara Indonesia khususnya di lini infanteri sekarang sudah dibekali dengan ATGM kenamaan buatan Amerika Serikat, FGM-148 Javelin.

Sejak November 2012, pembelian FGM-148 Javelin sudah diproses untuk diakusisi TNI AD.

FGM-148 Javelin dibuat oleh Raytheon dan Lockheed Martin, dan bisa dioperasikan oleh dua orang.

Javelin mempunyai jarak tembak maksimum 4.500 meter dan jarak tembak efektif 2.000 meter.

Di lini ATGM, Javelin masuk kategori 'wah'

Pasalnya Javelin ialah ATGM Fire & Forget, yakni setelah ditembakkan rudal bisa mencari sasarannya sendiri tanpa dipandu oleh si penembak.

Bukan hanya itu, saking istimewanya, Javelin bisa menghantam target walau sasarannya bergerak secepat 540 km/jam.

Untuk hulu ledaknya sendiri, Javelin dilengkapi dengan HEAT (High Explosive Anti Tank).

HEAT ini jika menghantam lapis baja tank maka akan menimbulkan ledakan terkonsentrasi di satu titik.

Setelahnya akan meluncurkan gas super panas yang akan menjebol lapisan baja, untuk selanjutnya mengeliminasi awak tank yang berlindung didalamnya.

Lebih gilanya lagi, rudal Javelin ketika sudah diluncurkan tidak langsung menerjang target.

Namun ia akan meluncur ke atas terlebih dahulu setinggi 50-150 meter, mencari sasaran dan akan menukik tajam menghantam target dari atas.

Bukan hanya tank saja, Javelin juga doyan melibas bunker, perkubuan musuh hingga helikopter.

Bisa dibilang jika infanteri TNI AD dibekali Javelin di medan operasi maka mereka bisa menangkal segala jenis ancaman kendaraan lapis baja musuh apapun jenisnya.

Javelin juga sudah digunakan dalam perang sesungguhnya dimana T-55 Irak menjadi mangsa favorit saat AS menginvasi negeri 1001 malam itu.

Walau ATGM, nyatanya AS hanya menjual Javelin kepada negara yang dianggap teman dekatnya saja dan tentu punya uang untuk membelinya.

Negara berkantong cekak di alokasi pertahanannya harap minggir jangan bermimpi punya Javelin. (Seto Aji/Sosok.ID).

.(*)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul AS Setujui Penjualan 200 Rudal Javelin Senilai 46 Juta Dolar AS Ke Australia

Baca juga: Ganjar Naikkan UMP Jateng 3,27 Persen, UMK Tak Boleh Kurang dari Rp 1.798.979

Baca juga: Karo Humas Mahkamah Agung Abdullah Meninggal, Lahir di Jombang Alumnus Untag

Baca juga: 6 Fakta Gempa Turki, Muncul Tsunami & Diikuti 100 Gempa Susulan

Baca juga: Debat Terbuka Pilbup Demak 2020, Bawaslu Soroti Netralitas Moderator

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved