Minggu, 26 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Banyumas

Liburan Aman Ditemani Mas Basid, Jaga Wisatawan Melalui Transaksi Pembayaran Non Tunai

Rona suka cita hinggap di wajah Wanto (28) warga Banyumas yang dapat mengajak istri berlibur di Loka Wisata Baturaden.

Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: sujarwo
TRIBUNBANYUMAS/Permata Putra Sejati
Salah seorang pengunjung Loka Wisata Baturraden saat menunjukkan aplikasi Mas Basid sebagai platform transaksi pembayaran non tunai yang digunakannya untuk berwisata di Banyumas, Selasa (3/10/2020). 

Jika masih ada pengunjung wisata yang bingung dengan penggunaan Mas Basid, pihak pengelola menyediakan laku pandai untuk membantu memfasilitasi.

"Masyarakat tetap bisa datang ke lokasi nanti akan dibantu oleh laku pandai atau agen jadi bisa menjadi jembatan untuk pengunjung yang tidak tahu.

Pengelola tidak menerima uang cash, dan akan diganti dengan barcode," tambahnya.

Endah menceritakan jika dengan adanya pandemi Covid-19 ini justru menjadi momentum perubahan kebiasaan dari yang semula transaksi tunai menjadi non tunai.

"Ini ada hikmahnya jelas momentum sekali sehingga sistem kita jadi running transaksi non tunai di tempat wisata," katanya.

Pandemi ini juga memotivasi untuk menerapkan metode transaksi pembayaran non tunai pada sektor-sektor lain, seperti
penerimaan daerah yaitu retribusi dan pajak.

Pada aplikasi Mas Basid kuota pengunjung wisata dapat dibatasi dan di pantau secara online. Contohnya adalah kondisi saat ini, dimana kuota maksimal yang dapat masuk ke Loka Wisata Baturraden hanya 3.000 pengunjung saja.

"Jadi jika pengunjung yang masuk sudah 3.000 dan belum ada yang keluar maka akan di stop atau tutup," ujar Kepala UPT Baturraden, Kusmantono.

Menurut Kusmantono selama ini tidak ada kendala yang berarti melayani pengunjung wisata ditengah pandemi Covid-19. Tetapi memang masih banyak ketakutan berwisata dari para pengunjung karena akan menimbulkan klaster baru.

Sejak dibuka pada 22 Juli 2020 setidaknya sudah ada 2801 pengunduh yang mendaftarkan akunnya. Pada libur panjang mulai 28 sampai 31 Oktober 2020 total pengunjung ada sebanyak 8.594 orang.

"Melalui Mas Basid kita kontrol maksimal 3.000 rata-rata perhari berada di angka 2.000 wisatawan," pungkasnya.

Meski diakui karena pandemi ini pendapatan Loka wisata Baturraden yang mulanya ditarget bisa mencapai Rp 12 miliar kini diturunkan hanya menjadi Rp 3 miliar. Jam kunjungan juga dibatasi mulai dari pukul 08.00 WIB sampai 17.00 WIB. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 2/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved