Jumat, 10 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Internasional

Tinggal 2 Bulan Jadi Presiden AS, Donald Trump Pecat Menhan Mark Esper

Donald Trump, Presiden Amerika Serikat ( AS), mencopot Mark Esper dari jabatan Menteri Pertahanan ( Menhan) AS pada Senin (9/11/2020).

AP/EVAN VUCCI
Presiden Amerika Serikat Donald Trump saat berpidato sebelum menyetujui seremoni dengan Presiden Serbia Aleksandar Vucic dan Perdana Menteri Kosovo Avdullah Hoti, di Oval Office Gedung Putih, Jumat (4/9/2020). 

TRIBUNJATENG.COM, WASHINGTON DC - Donald Trump, Presiden Amerika Serikat ( AS), mencopot Mark Esper dari jabatan Menteri Pertahanan ( Menhan) AS pada Senin (9/11/2020).

Trump mengumumkan pencopotan Esper melalui kanal komunikasi favoritnya, Twitter, sebagaimana dilansir dari Deutsche Welle.  

Jabatan Menhan akan diisi oleh Direktur Pusat Kontra-terorisme Nasional, Christopher Miller.

Baca juga: Akal Bulus Janda Muda Cantik Ajak Brondong RF ke Kamar Kos, Korban Lalu Dibunuh 2 Orang Ini

Baca juga: Innalillahi Wa Innailaihi Rojiun, Kompol Subagyo Wakapolres Kebumen Meninggal Dunia di Yogyakarta

Baca juga: Berminat Buka SPBU PT Pertamina? Siapkan Modal Awal Segini, Berikut Keuntungan yang Dijanjikan

Baca juga: Pemuda Sragen Kalah Duel Satu Lawan Satu Hingga Babak Belur, Orangtua Lapor Polisi

"Saya senang mengumumkan bahwa Christopher C Miller ... akan menjadi Penjabat Menteri Pertahanan, akan berlaku secepatnya," tulis Trump.

"Chris akan melakukan pekerjaan yang HEBAT. Mark Esper telah dipecat. Saya ingin berterima kasih atas jasanya," sambung Trump.

Pencopotan Esper dari jabatannya tersebut terjadi di saat Trump kalah dalam pemilihan presiden ( pilpres) AS 2020 melawan kandidat presiden dari Partai Demokrat Joe Biden.

Kendati kalah, Trump masih berusaha untuk membantah hasil penghitungan suara melalui sejumlah gugatan di beberapa negara bagian.

Jika gugatan Trump ditolak, maka Biden akan mengambil sumpah jabatannya pada 20 Januari dan Trump akan secara resmi meninggalkan Gedung Putih.

Praktis, tersisa sekitar dua bulan bagi Trump meletakkan jabatannya sebagai Presiden AS

Masalah Pribadi Hubungan Esper dan Trump sempat menengang dan bahkan pernah pernah bentrok di masa lalu.

Esper sempat mengkritik Trump atas penanganan aksi protes terhadap rasisme dengan kekerasan polisi setelah Trump mengancam akan menggunakan pasukan aktif untuk menekan mereka.

Esper juga dilaporkan mencoba mengubah nama pangkalan militer yang dinamai dengan salah satu jenderal dari kubu Konfederasi dalam Perang Sipil AS.

Dia juga tidak setuju dengan pernyataan Trump yang sering meremehkan NATO, kata sumber.

Miller telah menjadi Direktur Pusat Kontra-terorisme Nasional sejak Agustus.

Dia adalah mantan tentara yang bertugas di di dinas militer  selama 31 tahun.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved