Minggu, 26 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Internasional

Afghanistan Dihantam 23 Roket, 8 Orang Tewas dan 31 Orang Luka-Luka

Sebanyak 23 rentetan roket menghantam berbagai bagian ibu kota Kabul, Afghanistan pada Sabtu (21/11/2020).

Kompas.com/Istimewa
Beberapa pria berdiri di sekitar jenazah seorang anak laki-laki yang tewas serangan roket di Kabul, Afghanistan, Sabtu, 21 November 2020. Sebanyak 23 roket menghantam berbagai bagian ibu kota Afghanistan.(AP/Rahmat Gul) 

TRIBUNJATENG.COM, KABUL - Sebanyak 23 rentetan roket menghantam berbagai bagian ibu kota Kabul, Afghanistan pada Sabtu (21/11/2020).

Jumlah korban tewas bertambah dari sebelumnya 4 orang menjadi 8 menurut kantor berita Associated Press (AP).

Selain korban tewas, seorang pejabat mengatakan pada AP bahwa 31 orang lainnya mengalami luka-luka.

Baca juga: Setyo Ditemukan Tewas di Rumah Kawasan Elit Semarang, Tetangga Takut karena Dijaga 2 Anjing

Baca juga: Status Pacar Tukang Bakso yang Kubur Kakak di Dubin Kontrakan Depok: Calon Istri Sultan

Baca juga: Kata Sang Kakak Sebelum Setyo Ditemukan Tewas di Rumah Kawasan Elit Semarang: Kena PHK

Baca juga: Selain Bergambar Rizieq Shihab di Kota Semarang, Satpol PP Juga Babat Baliho Ilegal 

Roket ditembakkan dari 2 mobil, menurut Juru bicara Kementerian Dalam Negeri Tariq Arian.

Belum ada pihak yang bertanggung jawab atas serangan tersebut.

Serangan itu terjadi di daerah Wazir Akbar Khan di Kabul, dan dikabarkan memiliki misi diplomatik.

Satu roket dikabarkan mendarat di Kompleks Kedutaan Besar Iran.

Melalui twit-nya, Kedutaan Besar Iran di Kabul mengonfirmasi sebuah roket jatuh di halaman kompleks kedutaan disertai 'sejumlah pecahan peluru' menghantam gedung utama.

Serangan itu menyebabkan kerusakan pada jendela dan peralatan.

Tidak disebutkan apa detil dari peralatan yang rusak.

"Untungnya insiden tersebut tidak memakan korban dan semua staf dalam keadaan sehat," kata twit tersebut.

Taliban mengeluarkan pernyataan cepat yang menyangkal bertanggung jawab atas serangan itu juga afiliasi kelompok Negara Islam (ISIS) yang beroperasi di daerah tersebut dan telah mengklaim bertanggung jawab atas serangan baru-baru ini di Kabul termasuk dua serangan dahsyat terhadap lembaga pendidikan yang menewaskan lebih dari 50 orang, banyak di antaranya pelajar.

Pakistan, dengan Perdana Menteri Imran Khan mengunjungi Kabul untuk pertama kalinya sejak pemilihannya pada 2018, mengutuk serangan itu dan memperingatkan "penting untuk waspada terhadap perusak yang berupaya merusak upaya perdamaian." 

Meski demikian, Imran Khan tidak merinci siapa 'perusak' yang dimaksudnya. 

Serangan roket terjadi saat perwakilan pemerintah Afghanistan dan Taliban terus mengadakan pembicaraan di Qatar, meskipun kemajuannya lambat.

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Mike Pompeo diperkirakan akan mendesak pengurangan kekerasan dalam pertemuannya dengan tim perunding Taliban dan pemerintah pada Sabtu malam selama singgah sehari di Doha.

Sebagian besar Taliban mengabaikan permintaan seperti itu sebelumnya.

Beberapa jam sebelum serangan yang mengguncang Kabul itu, sebuah bom yang dipasang di sebuah mobil menewaskan satu anggota personel keamanan dan melukai tiga lainnya di lingkungan timur ibu kota, kata Juru bicara polisi Kabul Ferdaws Faramarz.

Kekerasan di Afghanistan telah meningkat dalam beberapa bulan terakhir dengan serangan yang semakin mengerikan dan sering diklaim oleh afiliasi kelompok ISIS.

Meski begitu, tetap saja Taliban telah melancarkan serangan hampir setiap hari terhadap pasukan keamanan pemerintah Afghanistan. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "23 Roket Hantam Afghanistan, 8 Orang Tewas, 31 Orang Luka-luka"

Baca juga: Jaino Matos Sukses Jadikan Diklat Persib Pabrik Pemain Bintang, Ini Rahasianya

Baca juga: Talut Ambrol Jebol Tembok Dapur Rumah Warga Nglegok Ngargoyoso Karanganyar

Baca juga: Soal Anies Baswedan, Rocky Gerung: Mahfud MD Kan Tahu Langgar Protokol Kesehatan Tidak Bisa Dipidana

Baca juga: Pemimpin Al Qaeda Meninggal Dunia Setelah Alami Masalah Pernapasan Serius

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved