Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Karanganyar

Masih Tertimbun Longsoran Sebagian, Kantor Balai Desa Wonokeling Karanganyar Tetap Buka

Sebagian bangunan di kantor Balai Wonokeling, Kecamatan Jatiyoso, Kabupaten Karanganyar masih tertimbun longsoran, Minggu (6/12/2020).

Editor: m nur huda
TribunSolo.com/Irfan Al Amin
Kantor Balai Desa Wonokeling, Kecamatan Jatiyoso, Karangnayra pasca terkena tanah longsor dan masih belum dievakuasi hingga Minggu (6/12/2020). 

TRIBUNJATENG.COM, KARANGANYAR - Sebagian bangunan di kantor Balai Wonokeling, Kecamatan Jatiyoso, Kabupaten Karanganyar masih tertimbun longsoran, Minggu (6/12/2020).

Meski tanah longsor yang terjadi pada Sabtu (5/12/2020), namun material longsoran belum dibersihkan.

Kendati demikian, pihak Desa akan membuka pelayanan seperti biasa besok, Senin (7/12/2020).

Baca juga: Viral Video Gunung Semeru Meletus Lagi Semburkan Awan Panas & Warga Panik, Ini Faktanya

Baca juga: Viral Foto Aksi Heroik 2 Anggota TNI Selamatkan Bayi Saat Banjir 4 Meter di Aceh

Baca juga: KPK Sudah Selidiki Dugaan Korupsi Mensos Juliari P Batubara Sejak 2020

Baca juga: Hasil Liga Italia Tadi Malam Sampdoria Vs AC Milan, Kemenangan Rossoneri Diwarnai Rekor Baru

Kantor Balai Desa Wonokeling, Kecamatan Jatiyoso, Karangnayra pasca terkena tanah longsor dan masih belum dievakuasi hingga Minggu (6/12/2020).
Kantor Balai Desa Wonokeling, Kecamatan Jatiyoso, Karangnayra pasca terkena tanah longsor dan masih belum dievakuasi hingga Minggu (6/12/2020). (TribunSolo.com/Irfan Al Amin)

Menurut Kepala Desa Wonokeling, Sutimin mengatakan, sejumlah bagian di kantornya masih bisa digunakan untuk pelayanan.

Sehingga, ia tak perlu menutup pelayanan di balai Desa.

"Yang rusak itu di bagian belakang, untuk pendopo depan masih bisa diakses dan digunakan untuk umum," katanya.

Akibat kejadian tersebut, kerugian ditafsir mencapai Rp 70 juta.

"Kalau dihitung dari kerusakan bangunan dan perkakas yang hancur ya segitu," jelasnya.

Sutimin menerangkan bencana longsor ini bukanlah pertama kali yang dialami kantornya.

"Pernah tahun 2018, tapi tidak separah saat ini," terangnya.

Untuk evakuasi, Sutimin menyewa sebuah alat berat dari perusahaan swasta di Jatiyoso guna mempercepat pembersihan kantor desanya.

"Saya menyewa dari sebuah perusahaan swasta di Jatiyoso, kalau dari pemerintah sepertinya masih agak susah," imbuhnya.

Sulit Akses

Salah satu alasan kantor Balai Wonokeling belum dibersihkan karena sulitnya akses menuju lokasi.

Pada bencana tanah longsor yang terjadi di Kecamatan Tawangmangu dan Jatiyoso, BPBD mencatat ada 15 titik.

Halaman
12
Sumber: Tribun Solo
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved