Minggu, 12 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Tertopang Kedatangan Vaksin Covid-19, IHSG Berpeluang Menguji Level 6.000

Rally IHSG diperkirakan akan berlanjut pada Selasa (8/12). IHSG bakal menguat untuk uji resistance di level 6.000 dengan support di 5.785.

Editor: Vito
Kontan/Yusuf Santoso
Ilustrasi 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melejit 2,07 persen ke level 5.930,76 pada perdagangan Senin (7/12).

Investor asing juga kembali mencatatkan net buy sebesar Rp 367,33 miliar di seluruh pasar.

Untuk perdagangan Selasa (8/12), Analis Phintraco Sekuritas, Valdy Kurniawan memprediksi, rally IHSG akan berlanjut. IHSG bakal menguat untuk uji resistance di level 6.000 dengan support di 5.785.

Menurut dia, sentimen pergerakan IHSG berasal dari sisi internal dan ekstenal. Dari dalam negeri, pelaku pasar masih dipengaruhi sentimen positif atas tibanya 1,2 juta vaksin covid-19 produksi Sinovac pada Minggu (6/12) malam.

Sentimen positif lain berasal dari rilis cadangan devisa Indonesia yang sebesar 133,6 miliar dollar AS per 30 November 2020.

"Jumlah itu setara dengan pembiayaan 9,9 bulan impor atau 9,5 bulan ekspor, dan pembayaran utang luar negeri pemerintah di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan," katanya, saat dihubungi Kontan.co.id, Senin (7/12).

Sementara dari luar negeri, Valdy menuturkan, pelaku pasar kian berekspektasi bahwa kesepakatan stimulus fiskal lanjutan oleh pemerintah AS akan tercapai.

Pelaku pasar juga mengantisipasi data pertumbuhan ekonomi Jepang kuartal II/2020 dan euro area yang diperkirakan turut mempengaruhi IHSG pada Selasa (8/12).

Menurut dia, sejumlah saham dari sektor barang konsumsi dan infrastruktur menarik untuk dicermati pada Selasa (8/12). Sebut saja, saham PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR), PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF), PT Kalbe Farma Tbk (KLBF), PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR), PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS), PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM), dan PT Jasa Marga Tbk (JSMR).

Senada, Analis Indo Premier Sekuritas, Mino mengatakan, pergerakan IHSG pada Senin kemarin terdorong pemberitaan bahwa 1,2 juga vaksin covid-19 buatan Sinovac telah tiba di Indonesia. Sentimen positif lain berasal dari kenaikan harga mayoritas komoditas, kecuali emas.

"Pelaku pasar juga kian berekspektasi terhadap stimulus fiskal tambahan Amerika Serikat, seiring dengan mengecewakannya data nonfarm payroll pada November 2020," ucapnya.

Dengan sentimen yang masih sama, ia memprediksi, IHSG akan berlanjut menguat pada perdagangan Selasa (8/12). Menurut dia, IHSG berpeluang menguji resistance 6.010 dengan support di 5.850.

Analis BCA Sekuritas, Achmad Yaki juga melihat, IHSG masih akan berfluktuasi menguat dalam kisaran support dan resistance di 5.814-6.014. "Sentimennya masih berasal dari datangnya vaksin, penguatan nilai tukar rupiah, dan window dressing," ujarnya.

Ia menyarankan investor untuk mencermati saham-saham BUMN yang bergerak di sektor farmasi, infrastruktur, dan pertambangan.

Sementara, Mino menyarankan investor untuk mencermati saham seperti PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE), PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP), dan PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA). (Kontan/Nur Qolbi)

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved