Minggu, 10 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Semarangan

Sulap Sampah Bungkus Minuman Sachet Jadi Tas, Sri Dapat Ribuan Pesanan

Di tangan orang yang memiliki kreativitas tinggi, sampah bisa memiliki nilai ekonomi.

Tayang:
TRIBUN JATENG/YUNAN SETIAWAN
Sri Widayati menunjukkan karyanya, tas berbahan bungkus minuman sachet. (TRIBUNJATENG/YUNANSETIAWAN). 

TRIBUNJATENG.COM, DEMAK - Sampah tidak selalu menjadi sisa dan kotoran yang tidak bisa digunakan.

Di tangan orang yang memiliki kreativitas tinggi, sampah bisa memiliki nilai ekonomi.

Seperti yang dilakukan Sri Widayati (64).

Baca juga: Tak Diambil Sejak Ayu Ting Ting Terkenal, Gaji PNS Abdul Rozak Menumpuk, Segini Jumlahnya

Baca juga: Ini Identitas Sopir Agya Tewas Terbakar Hidup-hidup Seusai Kecelakaan Aquaplaning di Tol Sragen-Solo

Baca juga: Video Hema Malini Menari 52 Tahun Lalu Viral Ditonton 2 Juta Lebih

Baca juga: Saksi Mata Gemetar Melihat Odong-odong Bawa Rombongan Pengantin Masuk Jurang, 3 Meninggal

Sejak 2011, tinggal di Demak, ia konsisten terus melakukan aktivitasnya mengumpulkan bungkus minuman sachet dari para penjual minuman di pinggir jalan, lalu mengolahnya menjadi berbagai bentuk tas.

Warga Desa Jogoloyo, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Demak itu bercerita, awal menekuni  aktivitas tersebut saat masih tinggal di Kota Bandung

Di sana, ia diajari oleh orang Jepang yang pandai dalam seni melipat.

Sri mengikuti pelatihan itu dan akhirnya bisa memanfaatkan bungkus minuman sachet menjadi karya yang bisa digunakan dalam kebutuhan harian.

"Hasil olahan itu bisa menghasilkan tas punggung, tas ngaji, juga bisa buat tutup galon."

"Kalau tas ngaji dijual Rp10 ribu, kalau penutup galon Rp100 ribu," katanya kepada Tribunjateng.com, Sabtu, (19/12/2020).

Dia mengatakan, dalam proses pembuatannya harus memilih jenis bungkusnya.

Karena tidak semua bungkus minuman sachet bisa digunakan. 

Ketebalan plastik, kata dia, amat menentukan.

Sehingga harus dipastikan bungkus sachet yang digunakan harus tebal.

Perempuan yang pernah menjadi dosen di Universitas Parahyangan ini berujar, saat ini dia memasarkan produknya melalui google bisnis.

Pemesannya pun dari berbagai kota.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved