Rabu, 15 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Jateng

Komisi C DPRD Jateng Siapkan Strategi Pacu Pendapatan Sektor Wisata

Pandemi Covid-19 menyebabkan pembatasan kegiatan masyarakat. Kondisi ini juga mengakibatkan pendapatan di sektor pariwisata lesu.

Penulis: mamdukh adi priyanto | Editor: muh radlis
IST
Pengelola Museum History of Java Jogja tengah memberikan pemaparan terkait museum kepada rombongan Komisi C DPRD Jateng. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Pandemi Covid-19 menyebabkan pembatasan kegiatan masyarakat. Kondisi ini juga mengakibatkan pendapatan di sektor pariwisata lesu.

Karena itu, upaya mendorong pendapatan di sektor pariwisata mendapat perhatian serius kalangan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Tengah.

Tidak hanya saat pandemi saja, namun juga untuk pengembangan wisata di Jateng ke depan.

Baca juga: Rudy Bela Gibran, Dana Kampanye Pilkada Solo 2020 Bukan dari Korupsi Bansos Juliari: Itu Urunan Kita

Baca juga: Isi Surat Wasiat Pria Gantung Diri dalam Sumur Kering: Bacakan Yasin di Atas Kepalaku

Baca juga: Ganjar Kontak Yoyok Soal Karangan Bunga: Kalau Belum Bikin Surat Permohonan Jangan Ngomong Dulu

Baca juga: Anggota DPR Ini Sebut Siswi SMP di Kota Depok 70 Persen Sudah Tak Perawan: Ini Sangat Menyedihkan

Usai kunjungan kerja ke Museum History of Java di Yogyakarta pada Sabtu (19/12/2020), Komisi C merasa potensi pariwisata Jateng tidak kalah dengan Jogja. Jateng juga memiliki banyak museum.

Namun dari sisi pengelolaan masih kurang greget dibandingkan dengan DIY yang selama ini mampu meningkatkan pendapatan dari sektor pariwisata.

"Kami ingin mendengarkan sekaligus belajar mengenai tata kelola pariwisata supaya bisa menarik pendapatan. Pendapatan dari sektor pariwisata di Jateng sangat kurang padahal potensinya sangat besar," kata Ketua Komisi C DPRD Jawa Tengah, Asfirla Harisanto, Senin (21/12/2020).

Oleh karena itu, Komisi C juga menyiapkan strategi untuk terus berupaya mencari cara agar Pemerintah Provinsi Jateng bisa meningkatkan pendapatan dari sektor pariwisata, termasuk wisata museum.

Di antaranya, melakukan upaya melalui regulasi. Yakni dengan menyelesaikan Raperda tentang perubahan status PT PRPP yang merupakan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Provinsi Jateng menjadi Perseroda.

Dengan begitu, PT PRPP diharapkan dapat menggairahkan pengembangan di sektor wisata. Tidak hanya pengembangan kawasan PRPP Kota Semarang, tetapi juga memungkinkan pengembangan wisata lain di Jateng.

"Perkembangan wisata semakin pesat. Padahal objek wisata kita juga tidak sedikit dan tidak kalah keren. Ada Karimunjawa, Bledug Kuwu, Borobudur, dan lain sebagainya. Intinya, kita perlu tingkatkan pendapatan di sektor ini karena melihat potensinya yang luar biasa," lanjut legislator PDI Perjuangan yang akrab disapa Bogi ini.

Sementara, Wakil Ketua Komisi C, Sriyanto Saputro menuturkan perlu ada referensi terkait tata kelola museum. Pihaknya berharap informasi yang diperoleh dapat bermanfaat untuk menggairahkan wisata museum di Jateng.

Sehingga, mampu memberikan tambahan pendapatan bagi APBD.

"Tak kalah dari provinsi lain, Jawa Tengah juga memiliki potensi wisata untuk dikembangkan, khususnya di sektor permuseuman. Hanya saja sepertinya terkendala kekurangan orang-orang yang peduli terhadap keberlangsungan museum. Oleh sebab itu upaya yang dinamis sangat diperlukan," ujarnya.

Melalui tata kelola yang baik, lanjutnya, museum-museum yang ada di provinsi ini akan mampu menjadi daya tarik wisatawan serta meningkatkan PAD.

Terlebih dengan diselesaikannya Raperda tentang perubahan status PT PRPP menjadi Perseroda yang diharapkan dapat menggairahkan pengembangan di sektor ini.

Seperti diketahui, Museum History of Java dikelola pihak swasta yakni Yayasan D'Topeng Kingdom. Masih satu grup dengan Museum Angkut Malang, Jatim Park 1 dan 2 serta museum Majapahit di Bali.

Rencananya akan ada satu museum lagi yang dihadirkan yakni Museum Perdamaian di Jombang, Jawa Timur.

Pada saat awal beridiri, museum ini melakukan pendekatan dengan dinas-dinas terkait di Provinsi Yogyakarta, antara lain Dinas Kebudayaan, Parisisata dan Pendidikan. Meski dikelola swasta namun pemerintah setampat tetap memberikan perhatian.

Seperti di Dinas Pendidikan misalnya, mewaibkan setiap siswa untuk belajar di luar yakni dengan mengunjungi museum-museum di Yogyakata, tak terkecuali Museum History of Java.

Hal tersebut selain berdampak baik bagi pembelajaran siswa mengenal budaya tanah air juga sekaligus memberdayakan kelangsungan museum.(mam)

Baca juga: Jemaat Misa Natal di Gereja Dibatasi 50 Persen Cegah Penularan Covid-19 di Kudus

Baca juga: Seberangi Laut 4,5 KM Pakai Jet Ski Demi Kunjungi Pacar, Pria Ini Ditangkap Polisi

Baca juga: Topeng Wajah Asli Laris di Jepang Nyaris Tak Bisa Dibedakan

Baca juga: Wali Kota Solo Larang Perayaan Natal 2020: yang Diperbolehkan hanya Ibadah Natal

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved