Pendidikan
Unnes Ikut Kembangkan Rancangan Keolahragaan Nasional
Peran Unnes dalam penyusunan kerangka besar keolahragaan nasional menjadi bagian penting dalam dunia keolahragaan nasional.
Penulis: m zaenal arifin | Editor: moh anhar
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) menggelar uji publik grand design keolahragaan nasional dengan mengundang berbagai stakeholder termasuk perguruan tinggi di Hotel Gumaya Tower, Jalan Gajah Mada Semarang, Jumat (18/12/2020).
Dalam hal ini, Universitas Negeri Semarang (Unnes) yang menjadi satu-satunya perguruan tinggi yang memiliki Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK), turut ambil peran dalam penyusunan kerangka besar pengembangan olahraga nasional ke depannya.
Rektor Unnes, Prof. Fathur Rokhman mengatakan, peran Unnes dalam penyusunan kerangka besar keolahragaan nasional menjadi bagian penting dalam sumbangsih dan kiprah Unnes di dunia keolahragaan nasional.
"Bagi kami, ini bagian dari upaya membangun olahraga nasional sebagaimana yang dipesankan Presiden pada Haornas 2020 bahwa olahraga adalah instrumen penting dalam pendidikan dan nasionalisme," kata Prof Fathur.
Baca juga: Munarman Dipolisikan karena Sebut 6 Laskar FPI yang Tewas Tak Bawa Senjata
Baca juga: Loker Lowongan Kerja Terbaru di Semarang Senin 21 Desember 2020
Baca juga: Jual Mobil Motor Baru dan Bekas Semarang Murah Berkualitas Senin 21 Desember 2020
Menurutnya, keterlibatan perguruan tinggi dalam penyusunan kerangka besar dikarenakan olahraga membutuhkan sport science. Meliputi ilmu pengetahuan, tekhnologi ,dan teknik yang perlu dilakukan kajian.
"Sekaligus perguruan tinggi bisa melahirkan bibit atlet tingkat nasional maupun internasional," ucapnya.
Selain itu, katanya, olahraga juga menjadi instrumen meningkatkan produktivitas dan mendongkrak perguruan tinggi nasional. Karenanya, Unnes melalui para doktornya mengembangkan karya disertasi agar bagaimana olahraga mendatangkan manfaat dari sisi ekonomi juga.
"Makanya dalam grand design juga ada sport industry atau sport economic. Sehingga olahraga itu tidak hanya menyehatkan, tapi juga menyejahterakan dengan menggerakkan ekonomi rakyat," jelasnya.
Sementara itu, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Zainudin Amali mengungkapkan, penyusunan dan pengembangan grand design keolahragaan nasional merupakan realisasi dari arahan Presiden Joko Widodo untuk merombak total kerangka pengembangan olahraga nasional yang sudah diterapkan.
Perombakan tersebut dilakukan dengan melibatkan semua pihak di antaranya Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), pengurus cabang olahraga, Dinas Pemuda dan Olahraga (Dinpora) di setiap tingkatan, hingga perguruan tinggi.
"Sehingga jika nanti grand design ini jadi, menjadi hasil karya kita semua, bukan karya Kemenpora saja. Karena sampai saat ini kita belum punya desain besar tentang pembinaan olahraga nasional," paparnya.
Bahkan, lanjutnya, olahraga menjadi hal yang penting di tengah masyarakat. Selama ini yang ada adalah masyarakat berolahraga ketika ada momentum tertentu. Olahraga sendiri belum menjadi suatu kebutuhan yang harus dijalankan setiap hari.
"Ke depan diharapkan olahraga itu menjadi hal yang spesifik dan rutinitas yang dijalankan masyarakat karena memandang bahwa olahraga suatu kebutuhan," ucapnya.
Setelah grand design terbentuk, katanya, nantinya akan dibuatkan roadmap untuk mencapai target-target yang harus dilakukan menuju Olimpiade 2032 yang diselenggarakan di Indonesia.
Baca juga: Dosen dan Mahasiswa Wajib Rapid Test saat Kuliah Tatap Muka Januari 2021
Baca juga: MK Sudah Terima 87 Permohonan Gugatan Pilkada 2020, Terbanyak Terkait Pilbup
Baca juga: Dadang Hidayat 11 Tahun Setia Bersama Persib, Ini Kisahnya Lepas dari Bayang-Bayang Degradasi
"Tujuan akhirnya adalah kejayaan olahraga Indonesia di berbagai ajang kompetisi internasional," pungkasnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/rektor-unnes.jpg)