Berita Internasional

Kapal Induk Inggris Terbaru Akan Menuju Laut China Selatan Gabung dengan AS, Beijing Makin Geram

China memperingatkan Inggris dan negara Barat lainnya untuk tidak mengirim kapal perang ke Laut China Selatan.

Editor: m nur huda
ukdefencejournal.org./Po Phot Dave Jenkins
Kapal induk Inggris HMS Queen Elizabeth 

TRIBUNJATENG.COM, BEIJING – China memperingatkan Inggris dan negara Barat lainnya untuk tidak mengirim kapal perang ke Laut China Selatan.

“Negeri Panda” menyatakan bahwa pihaknya bakal mengambil tindakan yang diperlukan untuk menjaga kedaulatannya.

Ancaman tersebut dilontaskan China setelah muncul kabar kalau kapal induk terbaru Inggris, HMS Queen Elizabeth, akan dikerahkan ke Laut China Selatan dalam beberapa bulan mendatang.

Rencana pengerahan HMS Queen Elizabeth ke perairan tersebut merupakan bagian dari misi operasional pertamanya.

Baca juga: Kronologi & Penyebab Kecelakaan Altis Vs Audi di Tol Semarang, Tiba-tiba Mobil Dewi Pindah Lajur

Baca juga: 58 Warga Jati Kudus Tinggal di Pengungsian Setelah Tanggul Sungai Gelis Jebol

Baca juga: Habib Hasan Mulachela Solo: Habib Jafar Tak Pernah Ngerasani Orang Lain

Baca juga: Irjen Pol Ahmad Luthfi Tegaskan Tak Ada Ruang Bagi Intoleransi di Jawa Tengah

Baca juga: Kartu Prakerja Gelombang 12 Segera Dibuka, yang Sudah Ikut 2020 Dilarang Daftar

Sepanjang 2020, ketegangan antara China dan Barat terus meningkat sebagaimana dilansir dari The Sun, Sabtu (2/1/2021).

Ketegangan tersebut disebabkan oleh berbagai sebab seperti penanganan China terhadap pandemi virus corona, penanganan terhadap aksi protes di Hong Kong, dan kendali atas Laut China Selatan.

USS Curtis Wilbur (DDG54), sebuah kapal penghancur rudal kelas AEGIS Angkatan Laut AS, tiba di pelabuhan Qingdao, 13 September 2005 di Qingdao, di provinsi Shandong, China Timur.
USS Curtis Wilbur (DDG54), sebuah kapal penghancur rudal kelas AEGIS Angkatan Laut AS, tiba di pelabuhan Qingdao, 13 September 2005 di Qingdao, di provinsi Shandong, China Timur. (AFP PHOTO/FREDERIC J. BROWN)

Sementara itu, Amerika Serikat ( AS) sering mengirim kapalnya melalui Laut China Selatan untuk menantang klaim China atas wilayah tersebut.

Selain itu, ada spekulasi bahwa Inggris akan melakukan hal yang sama ketika HMS Queen Elizabeth beroperasi penuh.

Kapal induk tersebut diharapkan untuk bergabung dengan pasukan Angkatan Laut AS dan Jepang di dekat Kepulauan Ryukyu Jepang secepatnya pada 2021 menurut Kyodo News.

Dalam konferensi pers bulanan di Beijing pada Kamis (31/12/2020, Juru Bicara Kementerian Pertahanan China Tan Kefei ditanyai tentang rencana pengerahan HMS Queen Elizabeth tersebut di Laut China Selatan.

"Pihak China percaya bahwa Laut China Selatan tidak boleh menjadi lautan persaingan kekuatan besar yang didominasi oleh senjata dan kapal perang,” kata Tan.

Baca juga: AS Kirim 2 Kapal Perang Lewati Selat Taiwan, China Kerahkan Kapal Induk Shandong

Dia menambahkan bahwa alasan sebenarnya adanya militerisasi di Laut China Selatan berasal dari negara-negara di luar kawasan tersebut.

Pasalnya, China berpendapat bahwa kekuatan asing mengirimkan kapal-kapalnya ke Laut China Selatan, ribuan kilometer jauhnya dari rumahnya.

"Militer China akan mengambil tindakan yang diperlukan untuk menjaga kedaulatan, keamanan, dan kepentingan pembangunannya serta perdamaian dan stabilitas di Laut China Selatan," tutur Tan.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved