Minggu, 19 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Internasional

Twitter Ancam Blokir Donald Trump Selamanya, Dianggap Terus Menyulut Kerusuhan

Aplikasi microblogging Twitter mengancam bakal memblokir akun Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump selamanya.

Editor: m nur huda
AP PHOTO/ALEX BRANDON
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengacungkan jempol saat beranjak meninggalkan Blue Room Balcony Gedung Putih. Ia menyapa para pendukungnya pada Sabtu (10/10/2020). 

TRIBUNJATENG.COM, SAN FRANCISCO - Aplikasi microblogging Twitter mengancam bakal memblokir akun Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump selamanya.

Ancaman itu dilontarkan setelah kicauan demi kicauan sang presiden menyulut kerusuhan dalam demonstrasi di Washington DC. Sepanjang Rabu (6/1/2020), presiden 74 tahun itu terus berkicau bagaimana terjadi kecurangan pada Pilpres AS 3 November.

Salah satunya adalah twit tentang klaim ada yang menemukan 50.000 surat suara pada Selasa malam waktu setempat (5/1/2020).

Baca juga: Mobil Pembawa BBM Hangus Terbakar di Batang, Satu Korban Dilarikan Ke RSUD Kalisari

Baca juga: Ingin Selidiki Asal-usul Virus Corona, WHO Kecewa karena Mengaku Dipersulit Masuk China

Baca juga: Update Daftar Zona Merah Covid-19 di 34 Provinsi, Jateng Terbanyak hingga Ada 9 Wilayah

Baca juga: Inilah Daerah di Jateng yang Jalankan PSBB: Semarang Raya, Banyumas Raya, Kota Solo

"AS baru saja dibodohi. Proses pemilu kita bahkan lebih buruk dari negara dunia ketiga!" ujar dia di Twitter.

Tak pelak, Twitter langsung memberikan tanda pada twit-nya karena dianggap tidak sesuai dengan fakta bahwa pilpres berlangsung adil.

Tak cukup sampai di situ, si presiden juga mengunggah kicauan lain yang menyiratkan dukungan bagi ricuhnya demo AS.

Dalam twit-nya, presiden ke-45 "Negeri Uncle Sam" itu memaklumi jika pendukungnya marah dan merangsek ke Gedung Capitol.

"Inilah akibatnya jika kemenangan besar di pemilu yang suci direnggut dari patriot hebat yang diperlakukan tidak adil," kata dia.

Selain itu, dia juga mengunggah video berisi pernyataan bahwa dia memahami jika massa MAGA (Make America Great Again) marah.

Meski, dia kemudian mengurangi nada dengan tak hanya meminta pendukungnya pulang, namun juga agar mematuhi penegak hukum.

Kali ini Twitter tidak memberi ampun. Selain memberikan tanda ke twit-nya, aplikasi microblogging itu juga meminta tiga kicauan lainnya dihapus.

Tak hanya itu, sebagaimana diberitakan BBC, aplikasi yang bermarkas di San Francisco itu mengumumkan mengunci akun presiden dalam 12 jam ke depan.

"Sebagai hasil dari situasi panas dan kisruh yang terjadi di Washington DC, kami meminta tiga twit @realDonaldTrump dihapus."

Twitter melanjutkan, kicauan itu sudah berulang kali melanggar kebijakan Integritas Publik yang mereka canangkan.

Aplikasi itu juga memberi ancaman keras, jika sang presiden sampai membuat kicauan yang menyulut kekerasan, mereka tak segan memblokirnya selamanya.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved