Berita Karanganyar
Pelayanan Puskesmas Kerjo Karanganyar Ditutup Total Setelah 32 Pegawai Positif Covid-19
Bagi masyarakat yang membutuhkan pelayanan, sementara dialihkan ke puskesmas terdekat, seperti Puskesmas Jenawi, Mojogedang, Jenawi dan klinik swasta.
Penulis: Agus Iswadi | Editor: m nur huda
TRIBUNJATENG.COM, KARANGANYAR - Pelayanan di Puskesmas Kerjo ditutup total menyusul adanya 32 pegawai yang terkonfirmasi positif virus Covid-19.
Pelayanan puskesmas ditutup mulai hari ini, Rabu (13/1/2021).
Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Karanganyar telah membuat surat pengumuman terkait penutupan fasyankes itu.
Penyemprotan desinfektan juga sudah dilakukan di Puskesmas Kerjo.
Bagi masyarakat yang membutuhkan pelayanan, sementara dialihkan ke puskesmas terdekat, seperti Puskesmas Jenawi, Mojogedang, Jenawi dan klinik swasta.
Baca juga: Sragen Tak Jadi Dapat 1.776 Vaksin Covid-19 Sinovac Januari Ini
Baca juga: Viral Video Sopir Bus Sugeng Rahayu Ugal-ugalan di Madiun Nyaris Tabrak Mobil Arah Berlawanan
Baca juga: Jokowi Usulkan Satu Nama Calon Kapolri Ke DPR, Komjen Listyo Sigit Prabowo
Baca juga: Sungai Ranu Purbalingga Meluap, Puluhan Rumah Terendam Banjir hingga Satu Meter
Kabid Yankes Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Karanganyar, Dwi Rusharyanti menyampaikan, pihak DKK telah membuat surat edaran supaya pelayanan rawat inap dan UGD di Puskesmas Kerjo ditutup sementara.
Namun karena perkembangan kasus virus Covid-19, akhirnya dinas terkait memutuskan menutup pelayanan secara total.
"Menyikapi hasil swab tadi pagi, kita putuskan ditutup total. Hasilnya ada 32 yang positif. Itu hampir 75 persen (dari total pegawai)," katanya saat dihubungi Tribunjateng.com, Rabu (13/1/2021).
Ia mengungkapkan, dengan banyaknya pegawai yang terpapar virus Covid-19, tidak memungkinkan apabila puskesmas membuka sebagian pelayanan.
Dwi menuturkan, semua pegawai sudah diminta supaya menjalani isolasi mandiri di rumah.
"Yang terpapar Kapus (kepala puskesmas), dokter, dokter gigi, hampir semua. Mereka isoman (isolasi mandiri). Alhamdulillah kondisinya baik," ucapnya.
Penutupan pelayanan puskesmas dilakukan selama tiga hari.
Meski demikian, penutupan pelayanan itu bersifat dinamis sembari melihat perkembangan kasus Covid-19.
Pasalnya beberapa pegawai yang sempat kontak juga dijadwalkan menjalani swab.
"Sisanya (pegawai) nanti kan diswab. Hasilnya nanti jadi pertimbangan penutupan," ungkap Dwi.
Guna mengantisipasi adanya penyebaran virus Covid-19 di fasyankes, dia mengimbau supaya semua pegawai puskesmas tetap berhati-hati.
Terutama saat mengikuti kegiatan di luar pelayanan seperti kegiatan makan, rapat, acara syukuran serta hajatan.
"Ini sudah kami sampaikan ke puskesmas lewat grup WA, supaya hati-hati. Terutama biasanya kita kecolongan setelah pelayanan seperti kegiatan makan, rapat supaya protokol kesehatan ketat," jelasnya.
Hingga saat ini tercatat ada lima puskesmas yang sempat menutup sebagian pelayanan lantaran adanya penyebaran virus Covid-19 di fasyankes.
Seperti di Puskesmas Karangpandan, Tawangmangu, Ngargoyoso, Colomadu I dan Kerjo.
"Tapi yang dasyat yang Kerjo, lainnya masih bisa buka meski pembatasan. Kalau kerjo kita tidak berani ambil resiko, kita tutup total," pungkas Dwi. (Ais)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/puskesmas-kerjo-karanganyar.jpg)