Senin, 13 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

China Ancam AS Perang Jika Terus Campur Tangan soal Taiwan

Kementerian Pertahanan China memperingatkan, tidak mungkin bagi AS menahan China jika tetap bertekad untuk melakukan sesuatu yang mengarah pada perang

Editor: Vito
Reuters/Tyrone Siu
ilustrasi - Pasukan militer China mengikuti latihan perang 

TRIBUNJATENG.COM, BEIJING - Kementerian Pertahanan China mengatakan, hubungan militer China dan Amerika Serikat (AS) berada pada titik awal baru dengan Pemerintahan Joe Biden.

Tetapi, Kementerian Pertahanan China memperingatkan, tidak mungkin bagi AS untuk menahan China jika tetap bertekad untuk melakukan sesuatu yang mengarah pada perang.

"Untuk menahan China, Mission Impossible, dan hanya akan merugikan diri Anda sendiri (AS-Red)," tegas Kolonel Senior, Wu Qian, juru bicara Kementerian Pertahanan China, dalam konferensi pers, Kamis (28/1), seperti dikutip Global Times.

Melihat ke masa depan, dengan Pemerintahan baru AS di bawah Biden, Wu menyebut, hubungan militer antara China dan AS sekarang berada pada titik awal sejarah baru.

Beijing berharap, Pemerintahan AS yang baru bisa bekerjasama dengan China dalam meningkatkan dialog. Fokusnya pada kerja sama, mengelola perbedaan, dan mendorong pembangunan yang sehat dan stabil dalam hubungan China-AS.

Wu menegaskan, relasi China-AS mesti berdasarkan semangat non-konflik, non-konfrontasi, saling menghormati, dan saling menguntungkan. China mengharapkan AS untuk bertemu di tengah jalan dengan semangat profesional yang sama.

Menurut dia, China dan AS telah memulai pertukaran pragmatis pada 2021, ketika kedua militer mengadakan konferensi video pada Selasa (26/1) hingga Rabu (27/1) lalu tentang pencarian sisa-sisa tawanan perang AS dan mereka yang hilang saat perang.

"Ini menunjukkan perhatian China terhadap masalah Amerika Serikat di bidang kemanusiaan," jelasnya.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Zhao Lijian mengatakan, konflik di Laut China Selatan harus diselesaikan dengan negara-negara yang terlibat langsung.

Sebelumnya, China semakin mempertegas bahasanya terhadap Taiwan pada Kamis (28/1), dengan memperingatkan bahwa 'kemerdekaan berarti perang'. Selain itu, China menyatakan, angkatan bersenjatanya bertindak sebagai tanggapan atas provokasi dan campur tangan asing.

Reuters memberitakan, Taiwan, yang diklaim oleh China sebagai wilayahnya, melaporkan beberapa jet tempur dan pesawat pembom China memasuki zona identifikasi pertahanan udara barat daya akhir pekan lalu.

Kondisi itu mendorong Washington mendesak Beijing untuk berhenti menekan Taiwan.

Deklarasi kemerdekaan

China meyakini, pemerintah Taiwan yang terpilih secara demokratis sedang menggerakkan pulau itu menuju deklarasi kemerdekaan formal, meskipun Presiden Taiwan, Tsai Ing-wen, telah berulang kali mengatakan negaranya sudah menjadi negara merdeka dengan nama resmi Republik China.

Saat ditanya pada jumpa pers bulanan tentang aktivitas terbaru angkatan udara, juru bicara Kementerian Pertahanan China, Wu Qian menuturkan, Taiwan adalah bagian tak terpisahkan dari China.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved