Berita Internasional
Warga Amerika Geram Saat Biden Akan Dahulukan Vaksinasi Covid-19 ke Teroris 9/11 dan Bom Bali
Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden mendapat kritik keras terkait distribusi vaksin covid-19 yang kini ditangani pemerintahannya.
TRIBUNJATENG.COM, WASHINGTON DC - Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden mendapat kritik keras terkait distribusi vaksin covid-19 yang kini ditangani pemerintahannya.
Kemarahan terutama muncul setelah terungkap bahwa vaksin Covid-19 akan ditawarkan kepada tahanan Teluk Guantanamo (Gitmo).
Rencana yang akan dilakukan pada awal minggu depan itu akan mencakup sejumlah terduga teroris Al Qaeda dan dalang 9/11, Khalid Sheikh Mohammed.
• 11 Tentara Militer Amerika Keracunan Antibeku, Awalnya Dikira Minuman Alkohol
• Pria Usia 36 Tahun di Hong Kong Tunangan dengan Boneka Seks Mochi
• Ibnu Jamil & Ririn Ekawati Menikah, Sebelumnya Sudah Ziarahi Makam Ferry Wijaya
• Satkornas Banser: Kami Hormati Proses Hukum Kasus Dugaan SARA Abu Janda
Jaksa Clayton Trivett Jr, yang memimpin kasus terhadap lima teroris di balik serangan 11 September, mengungkapkan kabar itu dalam sebuah surat kepada pengacara pembela pada Kamis (28/1/2021).
"Seorang pejabat di Pentagon baru saja menandatangani sebuah memo yang menyetujui pengiriman vaksin Covid-19 ke populasi tahanan Guantánamo," tulisnya menurut New York Times.
Trivett Jr mengatakan, kamp penahanan AS itu menampung 40 tahanan.
Semuanya dapat menerima vaksin pertama mereka paling cepat pada Senin (1/2/2021) jika mereka mau.
Daily Mail pada Sabtu (30/1/2021) melaporkan upaya vaksinasi dimaksudkan agar proses hukum bagi narapidana bisa segera dilanjutkan.
Akibat pandemi, beberapa pelaksanaan hukuman mengalami penundaan, tidak terkecuali bagi terduga teroris Al Qaeda dan dalang 9/11, Khalid Sheikh Mohammed.
Namun, berita tersebut memicu kemarahan dari politisi dan responden 9/11.
Mereka mengecam keputusan pemerintah mendahulukan vaksinasi teroris dari pada kepada warga AS sendiri.
Rencana vaksinasi itu dilakukan di tengah kekurangan dosis yang telah menghambat upaya inokulasi di seluruh AS.
Baru sekitar 26 juta orang AS yang telah divaksinasi sejauh ini.
Tom Von Essen, yang menjadi Komisaris Pemadam Kebakaran kota selama 9/11, meminta pemerintah tidak main-main dalam hal ini.
Menurutnya, pemerintah konyol jika memberikan vaksin kepada orang-orang tidak berprikemanusiaan di Teluk Guantanamo terlebih dulu, sebelum setiap penduduk Amerika Serikat mendapatkannya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/vaksin-covid-19-akan-ditawarkan-kepada-tahanan-teluk-guantanamo-paling-cepat.jpg)