Jumat, 12 Juni 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Internasional

China Tangkap 80 Orang yang Terlibat Pemalsuan Vaksin Covid-19, Beroperasi sejak September 2020

Pemerintah China kini tengah berupaya menindak sindikat kejahatan yang membuat vaksin palsu.

Tayang:
https://tribunkaltimwiki.tribunnews.com/
Ilustrasi Vaksin Covid-19 

Persetujuan itu datang sehari setelah pabrikan raksasa farmasi milik negara Sinopharm, mengatakan vaksin mereka 79,34% efektif, mengutip analisis sementara dari uji klinis Fase 3.

China menargetkan memvaksinasi 50 juta orang dengan vaksin Covid-19 lokal menjelang perayaan Tahun Baru Imlek di bulan Februari.

Zeng Yixin, wakil menteri Komisi Kesehatan Nasional China, mengatakan pada konferensi pers bahwa vaksin Sinopharm akan diberikan secara gratis kepada warga China.

"Vaksin pada dasarnya adalah barang publik, dan harganya bisa bervariasi berdasarkan skala penggunaan, tetapi premis penting adalah bahwa vaksin itu akan diberikan kepada publik secara gratis," kata Zeng.

Seorang staf medis menunjukkan dosis vaksin Sinopharm buatan China untuk memvaksinasi Menteri Kesehatan Serbia di institut virologi di Beograd pada 19 Januari 2021. (Andrej ISAKOVIC / AFP)
Sejak 15 Desember, lebih dari 3 juta dosis vaksin telah diberikan kepada "kelompok kunci", kata Zeng.

"1,5 juta dosis diberikan kepada "kelompok berisiko tinggi" pada akhir November," tambahnya.

Di antara mereka yang divaksinasi, kurang dari 0,1% mengalami demam ringan, dan sekitar dua orang dari 1 juta mengalami reaksi merugikan yang relatif serius seperti alergi, menurut Zeng.

Langkah selanjutnya adalah menyuntik kelompok rentan seperti lansia dan orang dengan penyakit yang mendasari, sebelum memvaksinasi masyarakat umum, kata Zeng.

Seorang eksekutif perusahaan Sinopharm mengatakan bahwa uji coba Fase 3 vaksin mencakup lebih dari 60.000 orang, sementara data rinci akan dirilis kemudian dan diterbitkan dalam jurnal ilmiah di dalam dan luar negeri.

Vaksin Sinopharm kurang efektif dibandingkan yang dikembangkan oleh Pfizer-BioNTech dan Moderna, yang memiliki tingkat kemanjuran sekitar 95%.

Rusia bahkan mengklaim vaksin Sputnik V-nya 91% efektif.

Tingkat kemanjuran vaksin 79% itu juga lebih rendah dari 86% yang diumumkan oleh Uni Emirat Arab untuk vaksin yang sama pada 9 Desember.

UEA mendasarkan hasilnya pada analisis sementara uji klinis tahap akhir yang dilakukan di sana dari Juli.

Sejak itu vaksin disetujui untuk digunakan publik.

Meski begitu, vaksin Sinopharm memiliki tingkat kemanjuran yang lebih tinggi daripada yang dikembangkan oleh Universitas Oxford dan AstraZeneca di Inggris, yang rata-rata mencapai 70%. (*)

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 2/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved