Berita Internasional
China Tangkap 80 Orang yang Terlibat Pemalsuan Vaksin Covid-19, Beroperasi sejak September 2020
Pemerintah China kini tengah berupaya menindak sindikat kejahatan yang membuat vaksin palsu.
TRIBUNJATENG.COM - Pemerintah China kini tengah berupaya menindak sindikat kejahatan yang membuat vaksin palsu Covid-19 yang telah berjalan sejak September tahun lalu, lapor media pemerintah.
Aparat kepolisian di Jiangsu, Beijing dan Shandong telah menangkap lebih dari 80 orang yang terlibat dalam proses produksi 3.000 dosis vaksin Covid-19 palsu, lapor Kantor Berita Xinhua yang dikutip CNN.
Kementerian Keamanan Publik China sedang menyelidiki kejahatan yang terkait dengan pembuatan dan penjualan vaksin palsu serta praktik ilegal obat-obatan dan penipuan dengan kedok vaksin.
• Ramanda Satu-satunya Rocker di Indonesian Idol 2021 Tereliminasi, Ini 10 Kontestan yang Bertahan
• Angkut Rokok Ilegal, Mobil Angkutan Penumpang Disita Bea Cukai Kudus
• Punya Badan Kekar Berotot, Monica Sinatra Diprotes Orangtua dan Sering Dapat Omongan Jelek
• Innalillahi Wa Innailaihi Rojiun, Ajun Dikabarkan Tewas Kecelakaan Motor Terjun ke Sungai Dangkal
Polisi menemukan bahwa sejak September 2020, mereka yang terlibat telah meraup untung besar.
Pelaku pemalsuan vaksin memasukkan larutan garam ke dalam injektor untuk membuat vaksin virus corona palsu dan menjualnya dengan harga lebih tinggi.
Saat ini, China telah memulai program vaksinasi dengan suntikan dari dua perusahaan, yaitu Sinovac dan Sinopharm.
Kedua vaksin itu juga telah diluncurkan di negara lain, termasuk Turki.
Sinovac dan Sinopharm pada awalnya mengatakan vaksin mereka lebih dari 78% efektif.
Tetapi uji coba tahap akhir dari kandidat Sinovac di Brasil melaporkan tingkat kemanjuran hanya 50,38%.
Sinovac terus melanjutkan produksi vaksinnya, meski beberapa negara melakukan peninjuan ulang dan bahkan menghentikan peluncurannya.
Para ilmuwan juga telah meminta perusahaan tersebut untuk merilis lebih banyak data.
Sedangkan Sinopharm menjadi vaksin pertama yang disetujui di China, dengan menyebut produk mereka efektif 79,34% dalam uji coba.
Vaksin Sinopharm Diklaim 79,34% Efektif
Dilansir CNN.com, China menyetujui vaksin Sinopharm sebagai vaksin virus corona pertama untuk digunakan masyarakat umum pada hari Kamis (31/12/2020).
Para pejabat juga berjanji untuk memberi masyarakat umum suntikan vaksin gratis.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/ilustrasi-vaksin-covid-19.jpg)