Jumat, 12 Juni 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Internasional

China Tangkap 80 Orang yang Terlibat Pemalsuan Vaksin Covid-19, Beroperasi sejak September 2020

Pemerintah China kini tengah berupaya menindak sindikat kejahatan yang membuat vaksin palsu.

Tayang:
https://tribunkaltimwiki.tribunnews.com/
Ilustrasi Vaksin Covid-19 

TRIBUNJATENG.COM - Pemerintah China kini tengah berupaya menindak sindikat kejahatan yang membuat vaksin palsu Covid-19 yang telah berjalan sejak September tahun lalu, lapor media pemerintah.

Aparat kepolisian di Jiangsu, Beijing dan Shandong telah menangkap lebih dari 80 orang yang terlibat dalam proses produksi 3.000 dosis vaksin Covid-19 palsu, lapor Kantor Berita Xinhua yang dikutip CNN.

Kementerian Keamanan Publik China sedang menyelidiki kejahatan yang terkait dengan pembuatan dan penjualan vaksin palsu serta praktik ilegal obat-obatan dan penipuan dengan kedok vaksin.

Ramanda Satu-satunya Rocker di Indonesian Idol 2021 Tereliminasi, Ini 10 Kontestan yang Bertahan

Angkut Rokok Ilegal, Mobil Angkutan Penumpang ‎Disita Bea Cukai Kudus

Punya Badan Kekar Berotot, Monica Sinatra Diprotes Orangtua dan Sering Dapat Omongan Jelek

Innalillahi Wa Innailaihi Rojiun, Ajun Dikabarkan Tewas Kecelakaan Motor Terjun ke Sungai Dangkal

Polisi menemukan bahwa sejak September 2020, mereka yang terlibat telah meraup untung besar.

Pelaku pemalsuan vaksin memasukkan larutan garam ke dalam injektor untuk membuat vaksin virus corona palsu dan menjualnya dengan harga lebih tinggi.

Saat ini, China telah memulai program vaksinasi dengan suntikan dari dua perusahaan, yaitu Sinovac dan Sinopharm.

Kedua vaksin itu juga telah diluncurkan di negara lain, termasuk Turki.

Sinovac dan Sinopharm pada awalnya mengatakan vaksin mereka lebih dari 78% efektif.

Tetapi uji coba tahap akhir dari kandidat Sinovac di Brasil melaporkan tingkat kemanjuran hanya 50,38%.

Sinovac terus melanjutkan produksi vaksinnya, meski beberapa negara melakukan peninjuan ulang dan bahkan menghentikan peluncurannya.

Para ilmuwan juga telah meminta perusahaan tersebut untuk merilis lebih banyak data.

Sedangkan Sinopharm menjadi vaksin pertama yang disetujui di China, dengan menyebut produk mereka efektif 79,34% dalam uji coba.

Vaksin Sinopharm Diklaim 79,34% Efektif

Dilansir CNN.com, China menyetujui vaksin Sinopharm sebagai vaksin virus corona pertama untuk digunakan masyarakat umum pada hari Kamis (31/12/2020).

Para pejabat juga berjanji untuk memberi masyarakat umum suntikan vaksin gratis.

Persetujuan itu datang sehari setelah pabrikan raksasa farmasi milik negara Sinopharm, mengatakan vaksin mereka 79,34% efektif, mengutip analisis sementara dari uji klinis Fase 3.

China menargetkan memvaksinasi 50 juta orang dengan vaksin Covid-19 lokal menjelang perayaan Tahun Baru Imlek di bulan Februari.

Zeng Yixin, wakil menteri Komisi Kesehatan Nasional China, mengatakan pada konferensi pers bahwa vaksin Sinopharm akan diberikan secara gratis kepada warga China.

"Vaksin pada dasarnya adalah barang publik, dan harganya bisa bervariasi berdasarkan skala penggunaan, tetapi premis penting adalah bahwa vaksin itu akan diberikan kepada publik secara gratis," kata Zeng.

Seorang staf medis menunjukkan dosis vaksin Sinopharm buatan China untuk memvaksinasi Menteri Kesehatan Serbia di institut virologi di Beograd pada 19 Januari 2021. (Andrej ISAKOVIC / AFP)
Sejak 15 Desember, lebih dari 3 juta dosis vaksin telah diberikan kepada "kelompok kunci", kata Zeng.

"1,5 juta dosis diberikan kepada "kelompok berisiko tinggi" pada akhir November," tambahnya.

Di antara mereka yang divaksinasi, kurang dari 0,1% mengalami demam ringan, dan sekitar dua orang dari 1 juta mengalami reaksi merugikan yang relatif serius seperti alergi, menurut Zeng.

Langkah selanjutnya adalah menyuntik kelompok rentan seperti lansia dan orang dengan penyakit yang mendasari, sebelum memvaksinasi masyarakat umum, kata Zeng.

Seorang eksekutif perusahaan Sinopharm mengatakan bahwa uji coba Fase 3 vaksin mencakup lebih dari 60.000 orang, sementara data rinci akan dirilis kemudian dan diterbitkan dalam jurnal ilmiah di dalam dan luar negeri.

Vaksin Sinopharm kurang efektif dibandingkan yang dikembangkan oleh Pfizer-BioNTech dan Moderna, yang memiliki tingkat kemanjuran sekitar 95%.

Rusia bahkan mengklaim vaksin Sputnik V-nya 91% efektif.

Tingkat kemanjuran vaksin 79% itu juga lebih rendah dari 86% yang diumumkan oleh Uni Emirat Arab untuk vaksin yang sama pada 9 Desember.

UEA mendasarkan hasilnya pada analisis sementara uji klinis tahap akhir yang dilakukan di sana dari Juli.

Sejak itu vaksin disetujui untuk digunakan publik.

Meski begitu, vaksin Sinopharm memiliki tingkat kemanjuran yang lebih tinggi daripada yang dikembangkan oleh Universitas Oxford dan AstraZeneca di Inggris, yang rata-rata mencapai 70%. (*)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul 80 Orang di China Ditangkap atas Pemalsuan Vaksin Covid-19, Sudah Beroperasi sejak September 2020

2 Pegawai Apotek Jadi Terdakwa Gara-gara Resep Obat Tulisan Dokter Jelek dan Tidak Jelas

Ribuan Pekerja di Banyumas Dirumahkan Selama Pandemi Covid-19

Ini 6 Dokumen Penting yang Harus Disiapkan Syarat Pendaftaran CPNS 2021

Biodata Moeldoko yang Dituding Terlibat Gerakan Kudeta AHY dari Ketum Demokrat

Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved