Breaking News:

Berita Kudus

Patroli Gerakan Jateng di Rumah Saja, Plt Bupati Kudus Hartopo: Bubarkan Kerumunan!

Apabila aktivitas masyarakat sampai menimbulkan kerumunan apalagi tidak mematuhi protokol kesehatan maka akan kita bubarkan," tegasnya. 

Dok Diskominfo Kudus
Pelaksana tugas (Plt) Bupati Kudus HM Hartopo memimpin apel pemantauan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) tahap dua di lapangan tenis indoor Angga Sasana Krida, Pemkab Kudus pada hari Sabtu (6/2/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - Pelaksana tugas (Plt) Bupati Kudus HM Hartopo memimpin apel pemantauan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) tahap dua di lapangan tenis indoor Angga Sasana Krida, Pemkab Kudus pada hari Sabtu (6/2/2021). 

Kegiatan tersebut digelar guna menindaklanjuti terkait surat edaran Bupati Kudus yang merujuk pada surat edaran Gubernur Jateng tentang Gerakan Jateng di Rumah Saja selama dua hari pada tangga 6 - 7 Februari 2021.

Dalam kegiatan tersebut, Hartopo menyebutkan surat edaran Gubernur Jateng yang telah diterapkan di Kabupaten Kudus tersebut bersifat imbauan.

Pondok Pesantren Al Iksan Meledak, Hampir Seluruh Bangunan Rusak, Santri Diungsikan

Diduga Stres Diusir Keluarga, Warga Semarang Gantung Diri di Pohon Waru Saat Banjir

Profil dan Biodata Adi Sastro Pacar Asli Glenca Chysara, Main Bareng di Sinetron Ikatan Cinta

Biodata Karlie Fu Suami Ikke Nurjanah: Pekerjaan dan Perjalanan Cinta Mereka, Beda Usia Gak 16 Tahun

Oleh karena itu, pihaknya akan terus memantau aktivitas masyarat dan membubarkannya jika terjadi kerumunan.

"Yang dipantau terkait program pengamanan kebijakan pak Gubernur, terkait di rumah saja untuk Sabtu - Minggu.

Untuk pemantauan seperti biasa terkait memperketat PPKM dalam kedisiplinan Prokes.

Apabila aktivitas masyarakat sampai menimbulkan kerumunan apalagi tidak mematuhi protokol kesehatan maka akan kita bubarkan," tegasnya. 

Meski demikian, Hartopo mengungkapkan pihaknya tidak bisa memberikan sanksi kepada masyarakat yang masih melakukan aktivitas maupun urusan lainya dengan catatan wajib memperketat pendisiplinan protokol kesehatan.

"Kami telah mengimbau kepada masyarakat untuk tidak beraktivitas selama dua hari, namun jika tetap beraktivitas kami juga tidak bisa menjatuhkan sanksi, akan tetapi kami terus pantau dalam perketatan penerapan protokol kesehatan," ujar dia.

Pelaksanaan monitoring tersebut dibantu TNI, Polri, dan Satpol PP sebagai penegak Perda untuk mengimbau masyarakat.

"Ini merupakan sebagai bentuk kearifan lokal daerah kita untuk memperketat protokol kesehatan," terangnya.

Selain itu, bersama Polres Kudus dan Kodim 0722/Kudus , juga mendirikan pos pemantauan di beberapa titik pusat keramaian.

Patroli gabungan tersebut dilakukan di seluruh wilayah kecamatan se-Kabupaten Kudus.

"Untuk lebih memudahkan dalam pemantauan protokol kesehatan selama PPKM ini, unsur TNI dan Polri kami tempatkan di beberapa titik pusat keramaian, sedangkan patroli akan dilakukan di seluruh wilayah Kabupaten Kudus," jelasnya.‎ (raf)

Pedagang Pasar Kliwon Kudus Pilih Tak Berjualan meski Diperbolehkan, Khawatir Tak Ada Pembeli

7 Potret Suasana Kota Tegal di Hari Pertama Jateng di Rumah Saja

Stasiun Tawang Terendam Banjir Semarang, PT KAI Minta Maaf 

Hari Pertama Jateng di Rumah Saja, Warga Plesetkan PSBB Jadi Pembatasan Semarang Banjir Besar

Penulis: raka f pujangga
Editor: M Syofri Kurniawan
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved