Berita Nasional
Erick Thohir Ambil Langkah Ini untuk Selamatkan Garuda Indonesia dari Kerugian
Erick Thohir, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), terus melakukan pembenahan di tubuh maskapai Garuda Indonesia.
TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Erick Thohir, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), terus melakukan pembenahan di tubuh maskapai Garuda Indonesia.
Tujuannya, agar maskapai nasional itu tak bernasib sama seperti Merpati Airlines yang kini tak bisa lagi mengudara.
Salah satu caranya dengan melakukan sejumlah efisiensi dalam operasionalnya.
• Ngadiman Hanya Tengkulak Palawija Blora Tapi Bisa Jual Pupuk Subsidi, Harga Rp 250 Ribu per Sak
• Tips Bagi Pria, 7 Cara Ini Dijamin Wanita Mengejarmu
• Mimpi tentang Habib Lutfi, Keesokan Harinya Syekh Rajab Langsung Pesan Tiket ke Indonesia
• Penjual Gorengan Rudapaksa lalu Bunuh Siswi SMP, Berawal Penolakan Si Gadis
Teranyar, adik Boy Thohir itu meminta Garuda Indonesia memulangkan lebih cepat 12 pesawat jenis Bombardier CRJ1000 kepada pihak leasing.
Padahal, perjanjian kontrak sewa pesawat itu baru akan berakhir di 2027.
Artinya, Erick memutuskan mengakhiri kontrak sewa pesawat tersebut 6 tahun lebih cepat.
Bukannya tanpa alasan Erick melakukan hal tersebut.
Dia mengaku mempunyai landasan kuat untuk memutus kontrak sewa pesawat itu secara sepihak dari Nordic Aviation Capital (NAC).
Keputusan itu diambil setelah melihat hasil dari pengusutan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Indonesia dan juga penyelidikan Serious Fraud Office (SFO) Inggris terhadap indikasi pidana suap dari pihak pabrikan kepada oknum pimpinan Garuda saat proses pengadaan pesawat tahun 2011 lalu.
Selain itu, keputusan mengakhiri kontrak sewa pesawat itu juga untuk efisiensi biaya.
Sebab, Garuda Indonesia tercatat sebagai maskapai yang paling banyak merogoh kocek untuk urusan leasing pesawat.
“Yang tidak kalah pentingnya dari data-data kita lihat bahwa Garuda itu salah satu perusahaan penerbangan yang leasing-nya paling tinggi di dunia, cost leasing-nya 27 persen,” ujar Erick dalam konferensi pers virtual, Rabu (10/2/2021).
Tidak Gegabah Beli Pesawat
Atas dasar itu, Erick ingin ke depannya Garuda Indonesia tak gegabah dalam membeli atau menyewa pesawat.
Dia menginginkan maskapai pelat merah itu dalam memilih pesawat harus sesuai dengan kebutuhan perusahaan.