Berita Semarang
90 Persen Mantan PSK Sunan Kuning Buka Jasa Esek-esek di Hotel Semarang, Tawarkan Lewat Online
Setelah ditutup pekerja seks komersial (PSK) eks Argorejo memilih membuka praktek esek-esek di kamar hotel yang ada di Kota Semarang.
Penulis: rahdyan trijoko pamungkas | Editor: m nur huda
Sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang bergerak bersama menggelar berbagai kegiatan di eks lokalisasi Sunan Kuning untuk menghidupkan kembali perekonomian di kawasan tersebut.
Camat Semarang Barat, Camat Semarang Barat, Heru Soekendar memaparkan, Festival New Sunan Kuning diselenggarakan untuk mengubah pandangan masyarakat terkait Sunan Kuning.
Selama ini masyarakat lebih mengenal Sunan Kuning sebagai kawasan prostitusi.
Kini, kawasan tersebut sudah berubah.
Di sisi lain, kegiatan ini juga membantu meningkatkan perekonomian masyarakat.
"Kalau dulu orang sini mendapatkan uang dengan cara yang mudah.
Setelah penutupan Sunan Kunung, mereka tidak mendapatkan apa-apa.
Ini menjadi PR kami untuk meningkatkan perekonomian di kawasan itu," jelas Heru.
Festival New Sunan Kuning ini dimeriahkan dengan lomba lari 5KM mengelilingi kawasan Sunan Kuning, bazaar UMKM, lomba balita sehat, lomba senam lansia, lomba kicau burung, dan kampanye gemar makan ikan.
Dikatakan Heru, bazaar UMKM sekaligus car free day rencananya akan dilasanakan setiap Minggu.
Festival kuliner malam juga akan dihadirkan setiap Jumat dab Sabtu malam.
Begitu juga gantangan burung akan dilakukan dua kali dalam sepekan di kawasan eks lokalisasi Sunan Kuning.
"Kalau sudah bisa bergerak, tentu masyatakat bisa mendapatkan pendapatan dari hasil UMKM dan parkir," ucapnya.
Menurutnya, ini adalah langkah awal mewujudkan Sunan Kuning menjadi destinasi wisata kuliner den religi.
Jika kegiatan ini bisa berjalan secara kontiyu, dia yakin Sunan Kuning bisa menjadi kawasan yang perekonomiannya selalu berjalan.