Berita Semarang
90 Persen Mantan PSK Sunan Kuning Buka Jasa Esek-esek di Hotel Semarang, Tawarkan Lewat Online
Setelah ditutup pekerja seks komersial (PSK) eks Argorejo memilih membuka praktek esek-esek di kamar hotel yang ada di Kota Semarang.
Penulis: rahdyan trijoko pamungkas | Editor: m nur huda
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Paska ditutupnya lokalisasi Argorejo atau Sunan Kuning berdampak merebaknya prostitusi online.
Hal ini diakui oleh para pengurus Paguyuban Karaoke Argorejo (Pakar).
Setelah ditutup pekerja seks komersial (PSK) eks Argorejo memilih membuka praktek esek-esek di kamar hotel yang ada di Kota Semarang.
Ketua Pakar, Rohmad menuturkan hasil pengamatannya setelah ditutupnya tempat prostitusi di Argorejo banyak yang membuka jasa esek-esek di luar lokalisasi.
Baca juga: Hotel Royal Phoenix Langsung Sepi Pasca Pembunuhan Meliyanti di Kamar 102, Tamu Check Out Semua
Baca juga: Mulai Hari Ini, Stasiun Tawang Buka Layanan Pemeriksaan GeNose C19, Harga Cuma Rp 20 Ribu
Baca juga: Mohon Tangani Selokan di Jalan Dr Cipto Semarang, karena Sudah Buntu Total hingga Banjir
Hasil analisanya mantan PSK Argorejo saat ini beroperasi di kamar hotel.
"Saya terimakasih setelah ditutupnya prostitusi di Argorejo tidak ada yang melakukan kegiatan asusila di sini. Kalaupun ada sistemnya terselubung,"ujar dia, Minggu (14/2/2021).
Menurutnya, mantan PSK Argorejo membuka praktek esek-esek di kamar hotel dengan sistem online. Hal tersebut di cek langsung melalui aplikasi Michat.
"Saya tahu ini pada cerita. 90 persen eks Argorejo pada bermain di luaran sana di panti pijat, spa, dan hotel-hotel yang ada di Kota Semarang. Mereka pada ngomong karena di sini tidak boleh,"jelasnya.
Ia berharap pemerintah dapat mengkaji ulang terkait adanya prostitusi yang ada di luar Argorejo. Hal ini berdampak terhadap kesehatan maupun keamanan yang dialami oleh para penjaja seks.
"Kasihan dengan anak-anak (eks Argorejo) tidak terkontrol kesehatannya, dan keamanannya," katanya.
Sunan Kuning Sudah Berubah
Suasana perkampungan Argorejo yang dulu dikenal dengan nama lokalisasi Sunan Kuning terlihat ramai, Minggu (1/3/2020).
Sebelumnya, kawasan yang berada di Kelurahan Kalibanteng Kulon, Kecamatan Semarang Barat ini menjajakan bisnis prostitusi hampir setiap rumah.
Bisnis prostitusi resmi ditutup pada Oktober 2019 lalu.
Kali ini, suasana ramai tidak lagi karena adanya bisnis esek-esek melainkan dimeriahkan dengan acara Festival New Sunan Kuning.