Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Semarang

90 Persen Mantan PSK Sunan Kuning Buka Jasa Esek-esek di Hotel Semarang, Tawarkan Lewat Online

Setelah ditutup pekerja seks komersial (PSK) eks Argorejo memilih membuka praktek esek-esek di kamar hotel yang ada di Kota Semarang.

Mewakili Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, yang berhalangan hadir dalam acara tersebut, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Semarang, Suhindoyo mengatakan, acara ini adalah embrio untuk event yang lebih besar.

"Ini sangat positif tidak hanya menyehatkan masyarakat tapi bergerak bersama mewujudkan Semarang semakin hebat.

Insyaallah Dispora siap tidak hanya kegiatan tingkat kecamatan tapi tingkat Kota Semarang," tegas Suhindoyo saat membuka acara.

Ketua RW 4 Argorejo, Kelurahan Kalibanteng yang dulu merupakan Ketua Resosialisasi Argorejo, Suwandi menyambut baik kegiatan yang diselenggarakan oleh sejumlah OPD Kota Semarang.

"Ini menjadi gebrakan bagi warga saya yang dulunya tiarap karena SK ditutup, kini masyarakat mulai gembira lagi," tutur Suwandi.

Pemerintah Kota Semarang menggelar festival New Sunan Kuning di kawasan Argorejo, Kelurahan Kalibanteng Kulon, Kecamatan Semarang Barat, Minggu (1/3/2020). Festival New Sunan Kuning ini dimeriahkan dengan lomba lari 5KM mengelilingi kawasan Sunan Kuning, bazaar UMKM, lomba balita sehat, lomba senam lansia, lomba kicau burung, dan kampanye gemar makan ikan.
Pemerintah Kota Semarang menggelar festival New Sunan Kuning di kawasan Argorejo, Kelurahan Kalibanteng Kulon, Kecamatan Semarang Barat, Minggu (1/3/2020). Festival New Sunan Kuning ini dimeriahkan dengan lomba lari 5KM mengelilingi kawasan Sunan Kuning, bazaar UMKM, lomba balita sehat, lomba senam lansia, lomba kicau burung, dan kampanye gemar makan ikan. (TRIBUN JATENG/EKA YULIANTI FAJLIN)

Dia berharap, peran Pemkot membantu perekonimian warga tidak hanya sebatas sampai tahap ini saja melainkan terus turun tangan memberikan berbagai pelatihan dan kegiatan hingga masyarakat benar-benar bisa kembali mandiri.

"Selama ini ada pelatihan buat batik, masak, tata boga, dan lainnya.

Ada enam instansi terkait yang membantu.

Kami berharap jangan berhenti sampai di sini saja," pinta Suwandi.

Sementara seorang warga Argorejo, Harno turut menjajakan dagangannya dalam bazaar UMKM.

Diakuinya, sejak penutupan hingga saat ini, perekonomian warga masih belum kembali optimal.

"Sekarang saya hanya jualan saja paling dapat Rp 100 ribu sehari.

Kalau dulu kan ada mbak-mbaknya bisa sampai dapat Rp 500 ribu sehari," ungkapnya.

Dia menambahkan, Pemkot seharusnya tidak hanya memberikan pelatihan dan menyelenggarakan kegiatan saja.

Untuk membuat sebuah usaha, tentu memerlukan modal yang tidak sedikit.

Karena itu, Pemkot juga diharapkan bisa memberikan pinjaman untuk modal usaha. (rtp/eyf)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved