Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Regional

Warga Tuban yang Ramai-Ramai Borong Mobil Awalnya Menolak Keras Tanahnya Dijual ke Pertamina

Setelah sepakat menjual tanah untuk pembangunan kilang minyak itu, sejumlah warga ramai-ramai memborong mobil secara bersamaan.

KOMPAS.COM/HAMIM
Kasiyanto, Kepala Dusun Pomahan, Desa Sumurgeneng, Kecamatan Jenu, Tuban.(KOMPAS.COM/HAMIM) 

TRIBUNJATENG.COM, TUBAN - Publik dihebohkan dengan aksi warga Tuban beramai-ramai memborong mobil.

Awalnya, sejumlah warga Desa Sumurgeneng, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, sempat menolak menjual tanah mereka kepada PT Pertamina.

Setelah sepakat menjual tanah untuk pembangunan kilang minyak itu, sejumlah warga ramai-ramai memborong mobil secara bersamaan.

Baca juga: Bruk! Angin Kencang Tumbangkan Pohon dan Timpa Rumah Makan Bu Djar Sragen

Baca juga: Warga Babel Bakar Rumah dan Mobil Orangtua di Pemalang: Dia Gak Gila Lho

Baca juga: Dikira Ngangkut Narkoba, Polisi Kaget Mobil Xenia Ini Berisi 3 Ekor Sapi, Penumpang Kabur

Baca juga: Warga Hancurkan Kepala Buaya Pemangsa Ilham Anak 8 Tahun

Warga yang memborong mobil secara bersamaan dan berkelompok itu merupakan warga Dusun Pomahan dan Dusun Sumurgeneng.

Kepala Dusun Pomahan, Desa Sumurgeneng, Kasiyanto mengatakan, ada 17 mobil dikirim dari Surabaya dan Gresik yang datang pada Minggu (14/2/2021).

Selain itu, ada tiga mobil dari dealer di Tuban yang juga datang pada hari itu. 

"Rata-rata mobil yang mereka beli jenis Innova, HRV, Expander, Pajero, dan Honda Jazz," kata Kasiyanto, saat ditemui Kompas.com di Balai Desa Sumurgeneng, Rabu (17/2/2021).

Mereka membeli mobil setelah menerima pembayaran tahap akhir dari hasil konsinyasi yang dititipkan di Pengadilan Negeri Tuban.

"Mereka yang membeli mobil baru secara bersamaan kemarin itu kelompok yang dulunya menolak keras menjual tanahnya," katanya.

Kasiyanto menyebutkan, ada sebanyak 70 kepala keluarga (KK) di Dusun Pomahan, Desa Sumurgeneng, yang mendapatkan uang penjualan tanah dari Pertamina.

Dari 70 KK tersebut, sekitar 50 KK dulu menolak keras menjual tanah untuk pembangunan kilang minyak new grass root refinery (NGRR).

Saat Kompas.com mendatangi sejumlah warga yang membeli mobil baru bersamaan tersebut, mereka enggan diwawancara.

Salah seorang warga Dusun Pomahan, Desa Sumurgeneng, Dika mengatakan, keluarganya menerima uang penjualan tanah dari Pertamina sejak Agustus 2020,

Keluarganya sejak awal menerima pembebasan lahan warga yang terdampak pembangunan kilang minya, sehingga lebih cepat mendapat uang.

Akan tetapi, Dika tidak tahu berapa jumlah uang yang didapat keluarganya.

Sebab, jual beli tanah dilakukan orangtuanya.

"Setelah dapat uangnya, saya dibelikan mobil innova ini dan saya juga enggak berani tanya dapat uang berapa kepada orangtua," kata Dika, saat dikonfirmasi Kompas.com, Rabu.

Ia mengatakan, mobil tersebut akan dipakai untuk menunjang usaha jasa pengeboran sumur yang dimiliki keluarganya selama ini.

"Usahanya jasa pengeboran sumur, Insya Allah sebagian uangnya juga untuk usaha dan sebagian lagi untuk renovasi rumah," ujarnya. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Warga Tuban Ramai-ramai Borong Mobil, Kepala Dusun: Dulu Mereka Menolak Keras Jual Tanah"

Baca juga: Kisah Warga Tuban yang Borong Mobil, Dapat Rp 18 M untuk Beli HRV, Innova dan Naik Haji Sekeluarga

Baca juga: Arti Mimpi Hamil, Penafsirannya Berbeda Jika yang Bermimpi Seorang Pria Atau Wanita Belum Menikah

Baca juga: Seorang Wanita Jalan-Jalan di Mal Hanya Pakai Celana Dalam, Begini Kata Warga yang Sempat Menegurnya

Baca juga: Hasil Sevilla vs Dortmund, Haaland Cetak Rekol 10 Gol Liga Champions Dalam 7 Pertandingan

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved