Breaking News:

Berita Internasional

Pemakaman Demonstran Kudeta Myanmar yang Tewas Ditembak Aparat Dihadiri Ribuan Orang

Seorang pekerja toko bahan makanan, Mya Thwate Thwate Khaing, ditembak di kepala oleh polisi saat mengikuti demo memprotes kudeta militer Myanmar.

SAI AUNG UTAMA / AFP
Para pengunjuk rasa memblokir jalan utama di kota Yangon, Myanmar, dalam demonstrasi menentang kudeta militer, Rabu (17/2). Gerakan massa penentang kudeta militer Myanmar terus berlanjut. Bahkan, mereka menyerukan aksi unjuk rasa yang lebih besar. 

TRIBUNJATENG.COM - Seorang pekerja toko bahan makanan, Mya Thwate Thwate Khaing, ditembak di kepala oleh polisi saat mengikuti demo memprotes kudeta militer Myanmar.

Mya Thwate Thwate Khaing sempat dirawat dalam perawatan intensif, tetapi meninggal beberapa hari setelah ulang tahunnya yang ke-20.

Menurut laporan wxxinews.org, Mya Thwate Thwate Khaing meninggal karena luka-lukanya pada Jumat (19/2/2021) pagi.

Ia juga menjadi korban tewas pertama yang dikonfirmasi dalam konfrontasi yang sedang berlangsung antara pengunjuk rasa dan militer Myanmar.

Dikutip dari The Guardian, pada Minggu, pelayat berbaris di pintu masuk ke pemakaman di kota saat mobil jenazah yang membawa tubuh Mya Thwate Thwate Khaing tiba dan dibawa ke krematorium di mana banyak orang telah berkumpul.

Para pelayat kompak mengangkat tangan memberi hormat tiga jari saat kendaraan hitam dan emas itu meluncur perlahan lewat.

Perlu diketahui, tiga jari adalah tanda pembangkangan dan perlawanan yang diadopsi dari negara tetangga Thailand.

Di dalam aula krematorium, tutup peti mati Mya Thwate Thwate Khaing sebagian dilepas untuk memungkinkan melihatnya sekilas sebelum kremasi.

Kudeta Militer Myanmar Menarik Perhatian Negara Lain

Dilansir oleh AP News, tanda-tanda potensi konflik yang tidak menyenangkan menarik perhatian di luar Myanmar.

Halaman
123
Editor: m nur huda
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved