Vaksinasi
Pemkab Sragen Datangi Pasar untuk Gelar Vaksinasi Covid-19 Kepada Para Pedagang
Pemkab Sragen akan melakukan vaksinasi Covid-19 kepada para pedagang di pasar.
Penulis: Mahfira Putri Maulani | Editor: rival al manaf
Penulis : Mahfira Putri Maulani
TRIBUNJATENG.COM, SRAGEN – Pemkab Sragen akan melakukan vaksinasi Covid-19 kepada para pedagang di pasar.
Hal itu disampaikan Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati usai pencanangan vaksinasi Covid-19 tahap kedua di UPTPK hari ini, Senin (22/2/2021).
"Untuk pasar nanti kita datang ke pasar menggunakan mobil PSC Sukowati dan kita akan membangun tenda sama seperti di UPTK hari ini" kata Bupati Yuni.
Yuni mengaku langkah tersebut diambil agar pedagang pasar tidak perlu jauh-jauh ke Fasilitas Kesehatan (faskes).
Selain itu tingkat kepatuhan untuk datang ditakutkan rendah.
Baca juga: Fauzi Bocah SD Sragen Diduga Jadi Korban Malpraktik, Tangan Kanan Harus Diamputasi
Baca juga: Video Bupati Sragen Jadi Vaksinator Covid-19 Bagi Pelayan Publik
Baca juga: Pecah, Guyonan Sekda Sragen saat Disuntik Vaksin Covid Oleh Bupati Yuni yang Akhirnya Nyuntik Lagi
Baca juga: Tingkatkan Ketahanan Pangan, Kapolda dan Pangdam Tanam Alpukat dan Kelengkeng di Sragen
"Karena kalau temen-temen yang ada di pasar diminta ke faskes kepatuhan untuk datang lebih rendah, jadi kita yang mendatangi. Kita jemput bola," lanjut dia.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sragen Hargiyanto mengatakan vaksinasi tahap kedua ke pelayan publik di Kabupaten Sragen akan berbasis institusi dan berbasis massa.
Vaksinasi berbasis institusi seperti Polri bisa dilakukan di Mapolres, sedangkan berbasis massa seperti di pasar. Tim dari Dinas Kesehatan Kabupaten Sragen akan mendatangi pasar.
"Hari ini kita kan di UPTPK bagi para pejabat eselon II. Nanti berikutnya berbasis institusi dan berbasis massa seperti di pasar," kata Hargi.
Hargi melanjutkan dari TNI Polri lebih meminta agar masing-masing Polsek di melakukan vaksin di Puskesmas kecamatan masing-masing.
Saat ini, pihanya sudah mendata yang masuk sekitar 24.000. Namun baru menerima vaksin sebanyak 10.000 dengan artian 5.000 pelayan publik baru akan divaksin.
"Kita saat ini terdata ASN 9.192, guru 7.298 Polri 1.011, BUMN 1.000 non ASN yakni pedagang dan lain-lain 5.057 orang," katanya.
Hargi mengatakan penerima vaksin dari guru masih ada 2 ribuan guru yang belum terdaftar, sehingga jumlah guru kurang lebih 10 ribu guru. Jumlah tersebut merupakan mereka yang boleh disuntik atau sesuai kriteria.
Baca juga: Yayasan Spasi Lakukan Posyandu ODHA di Sragen
Baca juga: Nyaris 1.000 Pedagang Sragen Tolak Vaksin, Bupati: Kita Tinggal
Baca juga: Bupati Yuni Belum Dapat Kepastian Vaksin Tahap 2 Sampai Sragen
Baca juga: Begini Cara Warga Bayar Iuran Penjaga Palang Kereta Api Tanpa Pintu di Siboto Sragen
Untuk faskes Hargi mengatakan ada tiga jenis faskes yakni 11 Rumah Sakit, 25 Puskesmas yang tersebar di 20 kecamatan dan dua klinik.
Terkait Vaksinator, hargi mengatakan masing-masing faskes sudah siap. Sementara untuk TNI-Polri mereka juga telah mempersiapkan vaksinator sendiri.
"TNI-Polri sudah ada Vaksinator, sudah dilatih kalau kurang faskesnya nanti akan ditambah entah di klinik atau di RS," katanya. (uti)
Keps : Suasana sepi di Pasar Gemolong Sragen ketika penerapan Jateng di Rumah Saja beberapa waktu lalu
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/suasana-sepi-di-pasar-gemolong-sragen-ketika-penerapan-jateng-di-rumah-saja.jpg)