Pelantikan Kepala Daerah
Ada Kepala Daerah yang Dilantik Sembari Diborgol dan Kenakan Rompi KPK, Begini Kisahnya
Berbagai kisah menarik terjadi dalam proses pelantikan kepala daerah di Indonesia.
Di Pasar Gede, Gibran mengecek persiapan vaksinasi Covid-19 untuk para pedagang.
"Kita kebut vaksin untuk sektor-sektor produktif. Di pasar-pasar, kalangan guru, pegiat pariwisata. Pokoknya kita kebut. Kuncinya divaksin, agar bisa cepat pemulihan ekonomi," ujar Gibran, seperti dikutip dari Tribunnews.
Meski bertepatan pada hari Sabtu dan Minggu, vaksinasi harus segera dilakukan.
"Vaksin untuk pedagang-pedagang di sektor produktif utama, seperti di Pasar Gede dan Pasar Klewer enggak usah nunggu sampai Senin. Sabtu-Minggu kami enggak libur, semua harus dikebut," ujarnya.
Ketika blusukan, Gibran mendapatkan doa dari para pedagang.
"Selamat Mas. Semoga lancar. Maturnuwun. Mugi nanti mimpin bawa berkah buat wong cilik," kata seorang pedagang, Suharni.
3. Harus keluar dari rutan, diborgol dan pakai rompi KPK
Di Ogan Komering Ilir, Wakil Bupati terpilih Johan Anuar harus keluar dari rutan sebelum dilantik.
Johan pun melangkah dengan tangan diborgol dan mengenakan rompi tahanan KPK.
Hal itu lantaran nama Johan tersangkut kasus korupsi lahan kuburan. Ia kini menjadi terdakwa.
Kuasa Hukum Johan Anuar Titis Rachmawati sempat protes lantaran tangan Johan harus diborgol.
"Ini peruntukannya buat apa (diborgol) kan ini mau dilantik sebagai Wakil Bupati, kan bukan mau kabur," kata Titis saat datang ke Rutan Pakjo Palembang, Jumat (26/2/2021).
Johan saat ini menjadi terdakwa dalam kasus dugaan korupsi pengadaan tanah lahan kuburan di Kabupaten OKU ketika menjabat sebagai wakil ketua DPRD setempat pada 2013 lalu.
Dia diduga menerima suap sebesar Rp 5,7 miliar.
Johan pun telah menjalani persidangan di Pengadilan Tipikor Palembang.