Pelantikan Kepala Daerah
Ada Kepala Daerah yang Dilantik Sembari Diborgol dan Kenakan Rompi KPK, Begini Kisahnya
Berbagai kisah menarik terjadi dalam proses pelantikan kepala daerah di Indonesia.
Di Pemalang, Jawa Tengah, Bupati Mukti Agung Wibowo memberikan pernyataan tak terduga usai acara pelantikan, Jumat (26/2/2021).
Ia mengaku akan memberikan gajinya pada masyarakat, khususnya bagi warga terdampak Covid-19.
"Gaji saya untuk warga Kabupaten Pemalang. Ini sebagai kepedulian saya kepada warga yang terdampak Covid-19," kata dia.
Melansir Tribun Jateng, Mukti Agung Wibowo merupakan seorang pengusaha di bidang transportasi.
Ia memiliki Perusahaan Otobus (PO) Dewi Sri.
Sebelum dilantik, Mukti Agung Wibowo dan wakilnya, Mansur Hidayat sempat memberikan bantuan berupa ratusan Alat Pelindung Diri (APD).
Bantuan itu akan didistribusikan untuk puskesmas-puskesmas di Kabupaten Pemalang.
6. Pelantikan bertepatan dengan hari ulang tahun Bupati Ponorogo
Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko dilantik oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Jumat (26/2/2021).
Rupanya, tanggal pelantikan bertepatan dengan hari ulang tahun ke-50 Sugiri.
Ia menyebut kejadian tersebut sebagai momen langka.
"Saya bersyukur bisa dilantik hari ini. Ini momentum langka karena bertepatan dengan hari ulang tahun saya. Semoga ini pertanda baik," harap Sugiri.
Sugiri yang mendapatkan 61,7 persen suara di Pilkada Ponorogo 2020 itu mengaku tidak memiliki rencana untuk merayakan hari pelantikan dan ulang tahunnya.
"Cukup ucap syukur saja, tidak ada acara khusus. Hanya acara kecil-kecilan dengan relawan," kata dia.
7. Dipanggil KPK sebagai saksi jelang pelantikan
Bupati Semarang Ngesti Nugraha dipanggil sebagai saksi oleh KPK dalam kasus dugaan suap pengadaan bantuan sosial Covid-19 yang menyeret nama mantan Mensos Juliari P. Batubara.
Jadwal pemeriksaan KPK yang sedianya dilakukan pada Kamis (25/2/2021) pun terpaksa ditunda. Sebab, Ngesti akan menjalani pelantikan sebagai Bupati Semarang.
"Saya sudah mengajukan penjadwalan ulang terkait pemeriksaan tersebut karena bertepatan dengan rencana pelantikan saya sebagai bupati terpilih bersama pak Basari sebagai wakil Bupati Semarang terpilih," jelas Ngesti.
Dia memastikan usai pelantikan akan memenuhi panggilan KPK.
"Pasti datang, tapi saya minta penjadwalan ulang," ungkap Ngesti.
Baca juga: Jelang Pelantikan Wali Kota Pekalongan, Aaf Ingatkan Simpatisan dan Masyarakat Jangan Berkerumun
Baca juga: Irjen Luthfi Tegaskan Tak Ada Pesta dan Euforia Usia Pelantikan Kepala Daerah Terpilih
Baca juga: 12 Lokasi di Pemalang akan Dijaga Saat Pelantikan Bupati dan Wakil Bupati
8. Wali Kota Surabaya tak akan tinggal di rumah dinas
Meski telah dilantik sebagai Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi memastikan akan tetap tinggal di rumah pribadinya.
Menurut Eri, dirinya lebih nyaman tinggal di rumah pribadi ketimbang di rumah dinas.
"Saya sudah merasa nyaman tinggal di rumah saya sendiri. Istilahnya baiti jannati, rumahku adalah surgaku," kata dia.
Ia mengatakan, rumah dinas hanya akan digunakan untuk rapat khusus, namun bukan menjadi tempat tinggalnya.
Usai dilantik, Eri mengaku akan melakukan program percepatan penanganan Covid-19. (*)
Artikel ini telah tayang di kompas.com dengan judul:
Sederet Cerita Pelantikan Para Kepala Daerah, Tangan Diborgol dan Beri Ponsel ke Penjaga Parkir