Berita Sragen
Setelah Dirudapaksa Guru Silatnya, W Bocah 9 Tahun Digilir Teman-temannya di Kantor Balaidesa
Ayah W, yakni D mengatakan, setelah anaknya pulang tanpa mengenakan celana dalam itu, anaknya mengalami demam
"Keterangan dari saksi-saksi masih kami dalami," ujar dia kepada TribunSolo.com, Jumat (26//2/2021).
Sejauh ini, terlapor baru satu orang dengan inisial S.
Dia tak menampik bila pelaku belum ditahan.
”Belum dilakukan penahanan, untuk terlapor belum kami panggil,” paparnya.
Digilir Juga
Sebuah balai desa di Kecamatan Sukodono, Kabupaten Sukodono dijadikan tempat pesta seks oleh lima anak yang statusnya masih di bawah umur.
Aksi tidak senonoh tersebut terjadi pada 12 Desember 2020 sekitar pukul 14.00 WIB.
Yang membuat miris lagi adalah korban yang diperkosa tak lain ialah W (9).
W sebelumnya dirudapaksa oknum pesilat pada 10 November 2020 lalu di sebuah rumah kosong.
Informasi yang dihimpun, awalnya W diajak oleh temannya bernama P (14) seorang siswi kelas IX untuk bermain di balai desa.
Untuk meyakinkan W agar mau diajak ke balai desa, P memberi iming-iming diajak jajan.
Namun sesampainya di lokasi, ternyata di sana sudah ada tiga orang laki-laki yang juga masih duduk di bangku SMP.
"Korban pun langsung diajak masuk ke dalam kamar mandi. Di sana mereka melakukan tindakan yang tidak sepantasnya dilakukan," tutur dia.
Lebih lanjut Andar menjelaskan, di dalam toilet, P melakukan hubungan seks dengan dua orang pria.
"Sedangkan W dipaksa untuk melakukan hubungan seks juga dengan salah satu pria teman si P," ucapnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/ilustrasi-pemerkosaan-pencabulan.jpg)