Berita Sragen
Setelah Dirudapaksa Guru Silatnya, W Bocah 9 Tahun Digilir Teman-temannya di Kantor Balaidesa
Ayah W, yakni D mengatakan, setelah anaknya pulang tanpa mengenakan celana dalam itu, anaknya mengalami demam
Andar mengaku belum bisa mengungkap inisial dari para pelaku di toilet kantor desa.
”Anak ini baru pertama kali bertemu anak-anak tersebut sehingga tidak tahu namanya. Sementara P saat ini belum menyampaikan,” imbuhnya.
Psikologis Terguncang
Akibat kejadian tersebut, sekarang kondisi psikologis W terguncang.
"W sangat ketakutan apabila bertemu dengan gerombolan laki-laki yang sedang nongkrong," kata dia.
Andar menyatakan, W kerap marah-marah saat berpapasan dengan rombongan laki-laki.
Selain itu, korban juga tidak mau berbicara terlalu banyak tentang apapun, terlebih lawan bicaranya seorang laki-laki.
"Dia cuma mau terbuka kalau teman ngobrolnya perempuan," jelas dia.
Oleh karena itu, untuk bisa mendapatkan keterangan yang lebih lengkap dari korban mengenai kejadian yang dialaminya, pihaknya memberi pendamping seorang perempuan.
"Ada anggota kami yang mendampinginya," tuturnya.
Pendamping korban, Desideria Anindita Sari menuturkan bahwa, W baru mau menjawab pertanyaan-pertanyaan jika dia yang menanyakan.
"Korban baru mau buka suara kalau saya yang ajak bicara," katanya. (*)
Artikel ini telah tayang di Tribunsolo.com dengan judul Dirudapaksa Gurunya, Pesilat Cilik di Sragen Lalu Diperkosa Teman-temannya di Kantor Balaidesa
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/ilustrasi-pemerkosaan-pencabulan.jpg)