Jumat, 8 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Temanggung

Cerita Petani Asparagus Temanggung Panen Tiap Hari hingga Target Ekspor Manca Negara

Tanaman Asparagus perlahan mulai menjadi primadona petani Temanggung. Selain produksinya yang menjanjikan dengan harga jual yang cukup tinggi, Asparag

Tayang:
Penulis: Saiful Ma sum | Editor: m nur huda
TRIBUNJATENG/SAIFUL MA'SUM
Petani Temanggung sedangan memanen Aspargus di Desa Canggal Kecamatan Candiroto, Kabupaten Temanggung, Minggu (28/2/2021). 

Katanya, panen awal Asparagus kualitas bagus sedianya dilakukan pada umur tanaman 7-8 bulan. Hanya saja, beberapa petani bahkan sudah bisa panen pada usia tanaman 4 bulan. 

Hal itu bisa saja terjadi saat tanaman ditanam di atas lahan yang cocok dengan perawatan maksimal. Sehingga tunas baru Asparagus cepat tumbuh dan bisa dipanen segera mungkin.

"Yang kita tahu, memanen tunas ini bagian dari perawatan. Jadi, meski tunas pertama kebanyakan masuk kategori grid C, namun harus dipanen. Di pasaran pun sudah laku keras," ucapnya. 

Di Kota-kota besar Indonesia, katanya, Asparagus kini banyak diminta para pengelola kafe dan restoran. Asparagus all grid banyak dimanfaatkan sebagai bahan makanan kelas tinggi karena mengandung banyak nutrisi. 

Peminatnya pun tak hanya datang dari kalangan masyarakat Jawa bagian barat, namun kini sudah mulai merambah di kalangan masyarakat Jawa bagian tengah dan juga timur. 

"Potensi Asparagus jika diseriusi sangat tinggi. Apalagi dengan memaksimalkan perawatan di sebuah greenhouse, bisa menurunkan resiko hama tanaman dan mengantisipasi cuaca ekstrem," tuturnya.

Menurut Basori, baru sekitar 6 hektare dari 15 hektare lahan di Temanggung yang sudah bisa dioptimalkan untuk tanaman Asparagus. Dari lahan yang ada, bisa menghasilkan 60-100 kilogram Asparagus setiap harinya. 

Sebagian besar dipasarkan di Indonesia, sebagian lain mulai dipasarkan di manca negara dengan harga jual dari asosiasi mencapai Rp 55.000 - Rp 60.000 ribu per kilogramnya. 

Ke depan, ia berharap bisa mengembangkan budidaya Asparagus dengan model tanaman greenhouse untuk meningkatkan produksi. Sehingga, target pasar ekspor bisa segera terealisasikan untuk menunjang perekonomian petani Temanggung. 

"Kalau kita ambil rata-rata, per tanaman bisa menghasilkan 1 kilogram dalam setahun. Per seribu tanaman bisa menghasilkan 1 ton per tahun, atau 3-4 kilogram per hari. Tanaman ini juga bisa hidup di pekarangan rumah, dan bisa bertahan hingga 10 tahun atau lebih. Untuk grid C sudah ada mangsa pasar kita bawa ke Kopeng," ujarnya. 

Anggi Sulistiyo, Operations dan Quality Pt Bloom Agro Jakarta mengatakan, Asparagus dari Temanggung laku keras di Singapura. Katanya, dengan tekstur yang kenyal dan krispi, Asparagus Temanggung tidak kalah dengan Asparagus dari Australia. 

Ia berharap, produksi Asparagus dari para petani Temanggung bisa terus ditingkatkan untuk memenuhi dan menumbuhkan permintaan pasar yang ada. 

"Kirim ke Singapore bisa 50-100 kilogram setiap antar. Satu pekannya bisa sampai dua kali kirim. Hanya saja, ini masih terkendala logistik," terangnya. (Sam)

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 3/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved