Berita Pemalang
Doa Udin Penjual Nasi Goreng Asal Pemalang: Semoga Perekonomian Semakin Membaik
Udin terlihat sangat bersemangat, sembari mendorong gerobak ia membunyikan wajan mengunakan spatula logam.
Penulis: budi susanto | Editor: m nur huda
Karena, pendapatanmya mulai merangkak naik, sepekan terakhir Udin selalu mengakhiri jualan pada 03.00 WIB.
"Kalau awal pandemi sampai Januari lalu paling pukul 23.00 WIB saya sudah pulang, karena memang tidak ada pembeli. Tapi sekarang saya bisa sampai pukul 03.00 WIB," katanya.
Ia menceritakan, sebelum pandemi 50 porsi habis terjual setiap malam, dengan harga Rp 11 ribu per porsi, Udin bisa mendapat Rp 500 ribu lebih setiap berdagang.
"Memang kalau berdagang pasti ada sepinya juga, tapi saat pandemi benar-benar anjlok. Bawa pulang Rp 50 ribu saja sudah beruntung, tak jarang nasi sisa jualan masih banyak dan saya makan sendiri. Tapi sekarang lumayan, maka dari itu saya semangat," ucapnya.
Sebelum pergi, Udin menyempatkan diri untuk berterima kasih ke pelanggannya, untuk kemudian menjauh perlahan sambil mendorong gerobak.
"Kalau tidak ada pelanggan setia seperti panjengan-panjengan ini keluarga saya tidak bisa saya nafkahi. Semoga saja perekonomian semakin pulih, supaya banyak yang membeli nasi goreng saya," tambahnya sembari menjauh.(*)