Breaking News:

Berita Regional

Kisah Kampung Mati di Ponorogo, Berawal Pendirian Pesantren Tahun 1850 oleh Anak Ulama Demak

Namun sejak lima tahun terakhir, kampung tersebut sama sekali tidak berpenghuni. Seluruh warganya pindah hingga disebut kampung mati.

KOMPAS.COM/MUHLIS AL ALAWI
Salah satu rumah kosong yang ditinggal pemiliknya di Sumbulan, Desa Plalangan, Kecamatan Jenangan, Kabupaten Ponorogo. (KOMPAS.COM/MUHLIS AL ALAWI) 

Bahkan warga yang datang banyak yang berasal dari luar daerah Ponorogo.

Namun setelah Nyai Murtadho dan keluarganya meninggal, pondok pesantren semakin sepi.

Sejak saat itu, satu per satu warga di Kampung Sumbulan pindah dari wilayah yang memiliki luas sekitar tiga hektar.

 
Mushala tua yang masih dipakai

Hal tersebut dibenarkan oleh Kepala Desa Plalangan, Ipin Herdianto.

Dia mengatakan sejak lima tahun terakhir, kampung itu sudah tak lagi berpenghuni. 

Padahal di kampung tersebut ada empat bangunan rumah permanen yang masih layak huni.

Ia bercerita, sebelum kampung itu kosong, ada dua kepala rumah tangga yang tinggal.

Seperti warga lainnya, mereka memilih pindah.

“Dahulu masih ada dua kepala keluarga.

Halaman
1234
Editor: M Syofri Kurniawan
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved