Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Internasional

Lebih dari 600 Polisi Myanmar Membelot Gabung Rakyat Lawan Junta Militer  

Lebih dari 600 polisi Myanmar membelot dan bergabung dengan gerakan pembangkangan sipil di Myanmar dan melawan junta militer.

Editor: m nur huda
ANTARA/REUTERS/STRINGER
Warga mengikuti aksi protes menolak kudeta militer di Yangon, Myanmar, Selasa (2/3/2021). Gambar diambil dari balik jendela. ANTARA FOTO/REUTERS/Stringer/WSJ/djo. 

Polisi yang berpartisipasi dalam gerakan pembangkangan sipil mengatakan, mereka hanya akan menerima perintah dari pemerintahan terpilih.

Sedangkan beberapa di antaranya berujar, mereka akan menawarkan jasa jika anggota parlemen Myanmar terpilih membentuk tentara untuk melawan rezim militer.

Mayoritas petugas yang telah bergabung dengan gerakan pembangkangan sipil mengajukan pengunduran diri.

Sementara, beberapa lainnya hanya memberi tahu atasan mereka bahwa mereka bergabung dengan gerakan itu, kata seorang polisi di Naypyidaw.

Beberapa surat pengunduran diri mengatakan, mereka tidak memiliki keinginan untuk melaksanakan perintah dewan militer dan mengundurkan diri untuk membersamai rakyat.

Reuters melaporkan pada Kamis bahwa setidaknya 19 petugas telah melarikan diri ke Mizoram di India melalui Negara Bagian Chin dan meminta suaka politik.

Beberapa petugas yang membelot memiliki pengalaman selama bertahun-tahun dan telah memenangi penghargaan kinerja yang luar biasa.(*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "600 Polisi Myanmar Membelot, Ikut Rakyat Lawan Junta Militer"

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved