Berita Internasional
Makin Tak Kondusif, Vietnam & Thailand Segera Pulangkan Warganya dari Myanmar Mulai 11 Maret
Thailand dan Vietnam, telah menyiapkan rencana pemulangan warganya dari Myanmar yang kini dikuasai junta militer.
Dilansir Channel News Asia Sabtu (6/3/2021), di media sosial banyak aparat yang berbalik mendukung aksi unjuk rasa.
Namun, ini adalah kali pertama ada aparat yang memutuskan mengabaikan junta dan mencari suaka di negara tetangga.
Viral Video Polisi Pukuli Tenaga Medis
Viral video memperlihatkan petugas medis Myanmar mengalami penyiksaan beberapa kali oleh aparat kepolisian setempat.
Radio Free Asia (RFA) yang merilis tayangan itu melaporkan, insiden tersebut terjadi di kawasan Okkalapa Utara, Rabu (3/3/2021).
Saat itu, terlihat polisi Myanmar menghentikan ambulans yang berasal dari Yayasan Mon Myat Seik Htar, dan menembak jendelanya.
RFA memberitakan, penyiksaan itu terekam oleh kamera CCTV dari kawasan permukiman di Okkalapa Utara.
Dalam video tersebut, nampak petugas medis diminta untuk berlutut dengan salah satu aparat melayangkan tendangan hingga pemukulan dengan senjata api mereka.
Dikutip AP Sabtu (6/3/2021), rekaman itu muncul setelah ada laporan aparat tidak hanya menahan pekerja medis.
Bahkan, mereka bertindak lebih jauh dengan menghancurkan peralatan kesehatan hingga menembaki relawan medis.
Bisa lebih buruk
Sejak aksi demonstrasi pecah pasca-militer melakukan kudeta pada 1 Februari, puluhan orang dilaporkan tewas.
Berdasarkan catatan PBB, setidaknya 54 orang terbunuh di berbagai kota Myanmar, dengan ribuan lainnya dipenjara.
Berbagai rekaman kebrutalan tentara dan polisi marak di media sosial, di mana ada demonstran yang ditembak dari jarak dekat.
"Kita berada di momen krisis," papar Bill Richardson, mantan Duta Besar AS untuk PBB yang punya pengalaman bertugas di Myanmar.