Berita Internasional
Makin Tak Kondusif, Vietnam & Thailand Segera Pulangkan Warganya dari Myanmar Mulai 11 Maret
Thailand dan Vietnam, telah menyiapkan rencana pemulangan warganya dari Myanmar yang kini dikuasai junta militer.
Upaya agar junta militer menghentikan kekerasan mendapatkan ganjalan dari berbagai kesempatan.
Di PBB, harapan dewan keamanan untuk menerapkan embargo bisa pupus jika China dan Rusia, dua sekuta utama Myanmar, memveto.
Sementara di Asia Tenggara, negara yang tergabung di organisasi Asean biasanya enggan mencampuri masalah internal tetangganya.
Karena itu, yang bisa mereka lakukan adalah berusaha agar junta dan pemimpin sipil Aung San Suu Kyi duduk semeja.
Karena itu, harapan untuk menekan Tatmadaw, kantor militer Myanmar, bertumpu pada sanksi negara Barat.
Sejauh ini, AS dan Inggris sudah menerbitkan sanksi untuk tiga jenderal dan sosok yang berada di lingkaran junta.
Tetapi menurut catatan Utusan Khusus PBB Christine Schraner Burgener, dampak hukuman itu takkan terlalu signifikan.
Sebab berdasarkan pertemuannya dengan junta, mereka sudah berencana untuk "bertahan dengan sedikit teman".
Ronan Lee, peneliti International State Crime Initiative Universitas Queen Mary berkata, junta bisa meningkatkan kebrutalan mereka untuk membungkam oposisi.
"Di masa lalu, militer bahkan sudah bersiap untuk mwmbunuh ribuan orang untuk menghentikan aksi sipil dan mencapai tujuan mereka," jelas Lee.
John Lichtefeld,, wakil presiden firma konsultan The Asia Group mempertanyakan sampai kapan massa bisa bertahan.
Dalam pandangannya, harus diakui junta mempunyai sumber daya lebih banyak, mata-mata, hingga mampu mematikan komunikasi.
Menurutnya, situasi bahkan bisa menjadi lebih buruk karena militer adalah organisasi yang penuh akan kebanggaan institusi.
"Sangat mungkin kelompok garis keras di dalamnya, yang memaksakan kehendak mereka, mulai mendapat pengaruh," ujar dia.
(*)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Thailand dan Vietnam Bersiap Evakuasi Warga Negaranya dari Myanmar" judul "Myanmar Minta India Kembalikan 8 Polisi yang Mengungsi" dan "Beredar Video Aparat Myanmar Paksa Paramedis Berlutut sebelum Dipukuli"