Liputan Khusus
Supri Pengapon Semarang Sering Cekcok dengan Sopir Gara-gara Warungnya Tertutup Truk
Supri Sering Cekcok dengan Sopir Gara-gara Warungnya Tertutup Truk. Kenapa makin marak truk parkir di baju jalan? Siapa yang berwenang tertibkan?
Majit, sopir truk bermuatan bio solar asal Surabaya ini, menceritakan pengalamannya ketika sedang memarkirkan kendaraan di lahan parkir eks Terminal Terboyo.
"Sejak adanya lahan parkir di sini, setiap tiga hari sekali saya pasti ada di sini. Di sini parkir hanya untuk transit saja, tidak sampai menginap. Karena biasanya jadwal bongkar muat di Terminal BBM Pengapon dilakukan sore hari. Ini kan muatan dikirim dari Surabaya, sampai Semarang biasanya pagi. Jadi sambil nunggu panggilan bongkar muat, saya sempatkan untuk mandi dan istirahat dahulu," ucapnya.
Menurut Majit, fasilitas lahan parkir eks Terminal Terboyo tergolong lengkap.
Mulai dari sistem parkir yang sudah menggunakan karcis dan palang otomatis, kapasitas parkir yang mencapai 350 truk, tersedianya CCTV, kamar mandi, dan masjid.
"Parkir di sini nyaman. Warung makan juga dekat. Ada pengawasan CCTV-nya. Jalannya pun tidak becek, bersih, banjir kemarin di sini juga aman. Keamanan juga terjamin, tidak ada preman yang minta jatah. Apalagi biaya parkirnya juga murah," tegas Majit.
Selain fasilitas, pengaturan posisi parkir juga dirasa Majit lebih rapi dan mudah untuk keluar masuk.
Sehingga berdasarkan pengalamannya, Majit kerap memberitahukan kepada teman-teman sesama supir untuk memanfaatkan lahan parkir di eks Terminal Terboyo Semarang.
"Lahan parkir ini kan baru dioperasionalkan pada Juli tahun lalu. Jadi belum banyak sopir yang tahu. Sehingga para sopir dari Jatim saya sarankan untuk transit atau parkir di sini saja, ketika kirim barang di Kota Semarang," tambahnya. (tim)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/sejumlah-truk-parkir-di-bahu-jalan-pantura-semarang.jpg)