Breaking News:

Berita Kajen

Separo Badan Jalan Longsor, Hanya Bisa Dilalui Motor

Lebih dari separo badan jalan di Desa Rengas, Kecamatan Keduwngwuni, Pekalongan, longsor.

Separo Badan Jalan Longsor, Hanya Bisa Dilalui Motor
Istimewa
BPBD dan DPU-Taru Kabupaten Pekalongan saat meninjau jalan longsor.

TRIBUNJATENG.COM, KAJEN - Lebih dari separo b

BPBD dan DPU-Taru Kabupaten Pekalongan saat meninjau jalan longsor.
BPBD dan DPU-Taru Kabupaten Pekalongan saat meninjau jalan longsor. (Istimewa)

adan jalan di Desa Rengas, Kecamatan Keduwngwuni, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah longsor.

Kepala pelaksana BPBD Kabupaten Pekalongan Budi Rahardjo saat dihubungi Tribunjateng.com membenarkan kejadian tersebut.

"Betul mas jalan penghubung antar desa di Desa Rengas longsor dan itu merupakan jalan kabupaten."

"Jalan yang longsor itu menghubungkan ke Desa Karangjati, Kecamatan Wiradesa dan Desa Wuled, Kecamatan Tirto," kata Kalak BPBD Kabupaten Pekalongan Budi, Selasa (16/3/2021).

Menurutnya jalan itu longsor pada hari Minggu (14/3/2021). Selain itu, tanah di jalan itu memang labil.

"Di sana terdapat pusaran air Sungai Sengkarang yang bersentuhan dengan struktur jalan. Kalau volume longsoran 22 meter dan tinggi 7 meter," ujarnya.

Budi mengungkapkan, adanya kejadian ini pihaknya sedang berkoordinasi dengan DPU-Taru untuk perbaikan jalan tersebut.

"Sementara sudah saya sarankan pemerintah desa setempat untuk menutup jalan tersebut demi keamanan," ungkapnya.

Sementara itu, Abdurahman (45) mengatakan, sebelum longsor lebar jalan ini sekitar 5 meter lebih. Jalan awalnya bisa dilalui dua mobil dari arah berlawanan.

"Jalan itu kini longsor sepanjang 20  meter dan kedalamannya sekitar 2 meter. Sekarang motor kalau mau lewat harus gantian. Tidak bisa dua arah sekaligus," katanya.

Menurutnya, jalan ini terletak persis di sebelah Sungai Sengkarang dan masih wilayah Desa Rengas.

"Jika dari arah Kedungwuni, sebelah kanan jalan langsung berbatasan dengan halaman-halaman rumah warga. Meski tinggal persis di pinggir jalan ini, saya tidak pernah melihat detik-detik terjadinya longsor," ujarnya. (*)

Penulis: Indra Dwi Purnomo
Editor: sujarwo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved