Breaking News:

Berita Tegal

Beberapa Petani di Tegal Alami Gagal Panen Karena Hal Ini

Di tengah santernya kabar rencana impor beras 1 juta ton, beberapa petani di Kaligangsa, Kota Tegal, justru mengalami kegagalan panen. 

Istimewa
Seorang petani di Kelurahan Kaligangsa, Kota Tegal, berhasil menyelematkan tanduran padinya yang tidak terendam air hujan, Selasa (23/3/2021).  

Penulis: Fajar Bahruddin Achmad 

TRIBUNJATENG.COM, TEGAL - Di tengah santernya kabar rencana impor beras 1 juta ton, beberapa petani di Kaligangsa, Kota Tegal, justru mengalami kegagalan panen. 

Gagal panen tersebut dialami akibat curah hujan yang tinggi. 

Seorang petani, Carsadi mengatakan, ia sudah tiga kali gagal panen akibat tingginya curah hujan

Setiap kali tanam, mati lagi karena terendam air hujan.

Baca juga: Pemkot Tegal dan BNN Jateng Jalin Kesepakatan Pencegahan Peredaran Narkoba

Baca juga: Petani di Kota Tegal Tolak Rencana Impor Beras: Beras Kami Nanti Tak Laku

Baca juga: E-Tilang Resmi Diterapkan di Wilayah Kabupaten Tegal, Berikut Titik yang Terpasang CCTV

Baca juga: 80 Persen Orangtua di Tegal Ingin Anaknya Belajar di Sekolah Lagi

Carsadi mengatakan, jika panennya berhasil semestinya ia panen sebanyak 5 ton gabah dari lahan 1 haktare. 

Namun karena terendam air, gabah yang bisa dipanen hanya sekira 7 kuintal. 

Ia memperkirakan kerugian bibit karena gagal panen sekira Rp 2 juta.

"Tiga kali gagal panen gara-gara faktor cuaca. Udah ditanam kena air, ilang, mati lagi. Ini kebenaran ada yang bisa dipanen," katanya kepada tribunjateng.com, Selasa (23/3/2021). 

Petani lain Tarjo (64), juga mengalami hal yang sama.

Padi garapannya di tanah seluas seperempat hektare terendam air. 

Ia yang biasanya bisa panen 8 kuintal gabah, kini hanya setengah kuintal saja.

Baca juga: Tolak Impor Beras, Petani Batang : Dampaknya Harga Gabah Tingkat Petani Anjlok

Baca juga: Petani di Kota Tegal Tolak Rencana Impor Beras: Beras Kami Nanti Tak Laku

Baca juga: Fraksi PDI Perjuangan Tolak Impor Beras: Kita Pas Panen Raya, Menurut Dikau Gimana?

Baca juga: Fokus: Impor Beras Untuk Siapa?

 

Meski demikian, menurut Tarjo, gagal panen ini menjadi siklus tahunan di masa awal tanam.

Biasanya di masa kedua tanam atau sadonan hasil panen akan lebih bagus kualitasnya. 

"Yang pertama ini memang gini sering gagal panen karena hujan. Tapi biasanya masa tanam yang kedua nanti hasilnya akan lebih bagus," ungkapnya. (fba)

Penulis: Fajar Bahruddin Achmad
Editor: rival al manaf
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved