Berita Internasional
Serangan Teror di Gedung Pusat Pemerintahan Amerika Serikat, 2 Orang Tewas, Korbannya Polisi
Seorang pria yang belum diketahui identitasnya menerobos ke gedung pusat pemerintahan Amerika Serikat dan melakukan serangan teror.
TRIBUNJATENG.COM, AS - Seorang pria yang belum diketahui identitasnya menerobos ke gedung pusat pemerintahan Amerika Serikat dan melakukan serangan teror.
Dilansir dari Reuters dilaporkan hingga saat ini dua orang ditemukan meninggal didekat Gedung Capitol Amerika Serikat (AS) pada Sabtu (3/4/2021) WIB.
Korban tewas disebut berprofesi sebagai polisi.
Selain itu beberapa orang juga dilaporkan mengalami luka-luka.
Baca juga: Sinopsis Anaconda Trail of Blood Bioskop Trans TV pukul 19.30 WIB Serangan Ular Raksasa
Baca juga: Warga Dekat Gereja di Jakbar Geger Temukan Benda Diduga Bom Buku Bertulis Teror Intelejen
Baca juga: Sinopsis Escobar Paradise Lost Bioskop Trans TV pukul 23.30 WIB Harta Tersembunyi Pablo Escobar
Baca juga: Sinopsis Ikatan Cinta RCTI Sabtu 3 AprilAl Selidiki Band Unicorn Tahu Elsa Jalan dengan Roy
Seorang pengendara mobil dilaporkan menabrakkan kendaraannya ke polisi dan mengacungkan pisau sebagaimana dilansir Reuters.
Polisi langsung mengunci kompleks Capitol Hill di Washington DC, AS. Polisi menanggapi serangan tersebut dengan menembak pelaku penyerangan yang kemudian tewas.
Penjabat Kepala Kepolisian Capitol Yogananda Pittman mengatakan dalam konferensi pers bahwa tersangka menabrak para petugas.
Tersangka lantas menabrak barikade dan keluar dari mobil lalu menyerang para polisi dengan pisau di tangannya.
“Dengan sangat, sangat berat hati, saya mengumumkan salah satu petugas kami telah meninggal karena luka-lukanya,” kata Pittman.
Polisi Capitol kemudian mengidentifikasi petugas yang terbunuh itu sebagai William "Billy" Evans, seorang petugas polisi senior yang telah bertugas selama 18 tahun.
Sementara itu, Penjabat Kepala Departemen Kepolisian Metropolitan Washington Robert Contee mengatakan motif pelaku tampaknya tidak terkait dengan terorisme.
"Tampaknya tidak ada kaitannya dengan terorisme, tetapi jelas kami akan terus menyelidikinya," kata Contee.
Presiden AS Joe Biden mengatakan, dia merasa hancur atas dengan serangan itu dan memerintahkan bendera di Gedung Putih diturunkan menjadi setengah tiang.
Dalam sebuah pernyataan, Biden mengatakan bahwa dia diberi tahu tentang penyelidikan atas serangan di Gedung Capitol tersebut.
The Washington Post, mengutip sumber anonim yang mengetahui penyelidikan tersebut, mengidentifikasi tersangka bernama sebagai Noah Green dan beralamat di Virginia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/pihak-berwenang-menyelidiki-tempat-kejadian-perkara-tkp-setelah-seorang-pria-1.jpg)