Breaking News:

Larangan Mudik

Pengusaha Bus Dedy Jaya Brebes: Larangan Mudik Cukup Tahun 2020 Saja

Perusahaan Otobus (PO) Dedy Jaya, Muhadi Setiabudi berharap, pemerintah mempertimbangkan kembali keputusan larangan mudik Lebaran 2021. 

Tribun Jateng/ Fajar Bahruddin
Pemilik perusahaan otobus (PO) Dedy Jaya, Muhadi Setiabudi.  

Penulis: Fajar Bahruddin Achmad 

TRIBUNJATENG.COM,BREBES - Pengusaha bus asal Kabupaten Brebes, sekaligus pemilik Perusahaan Otobus (PO) Dedy Jaya, Muhadi Setiabudi berharap, pemerintah mempertimbangkan kembali keputusan larangan mudik Lebaran 2021. 

Ia menilai keputusan tersebut sangat berdampak bagi awak kru di semua perusahaan bus. 

Muhadi mengatakan, dampak tersebut dapat dilihat dari larangan mudik lebaran tahun lalu, pada 2020. 

Karena larangan mudik tersebut akan menghentikan semua aktivitas awak kru. 

Mereka secara otomatis harus dirumahkan dan menganggur.

Muhadi menjelaskan, di perusahaannya sendiri jumlah total awak kru mencapai 2.000 orang. 

Lalu belum lagi awak kru di perusahaan-perusahaan bus yang lainnya. 

"Kalau sampai tidak diberangkatkan maka kru ini banyak yang dirumahkan dan kehilangan lapangan pekerjaan. Mereka juga kan punya beban keluarga dan anak istri," kata Muhadi kepada tribunjateng.com, Senin (5/4/2021). 

Muhadi berharap, arus mudik dan arus balik tahun ini berjalan normal seperti sebelum-sebelumnya.

Halaman
12
Penulis: Fajar Bahruddin Achmad
Editor: Daniel Ari Purnomo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved