Rabu, 22 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Karanganyar

Hadapi Larangan Mudik, Pendataan Pemudik Asal Jatiyoso Karanganyar Dimulai Pekan Depan

Pendataan pemudik asal Kecamatan Jatiyoso Kabupaten Karanganyar guna pemantauan selama berada di kampung halaman akan dimulai pada pekan depan.

Penulis: Agus Iswadi | Editor: rival al manaf
Tribun Jateng/ Agus Iswadi
Rapat koordinasi dengan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo secara virtual di Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Rabu (7/4/2021). 

Penulis: Agus Iswadi

TRIBUNJATENG.COM, KARANGANYAR - Pendataan pemudik asal Kecamatan Jatiyoso Kabupaten Karanganyar guna pemantauan selama berada di kampung halaman akan dimulai pada pekan depan.

Plt Camat Jatiyoso, Kusbiyantoro menyampaikan, ada sekitar 6.000 perantau asal Kecamatan Jatiyoso yang tersebar di Jabodetabek serta luar pulau Jawa seperti Sulawesi dan Kalimantan.

Namun mayoritas berasal dari Jabodetabek.

Berkaca dari momen lebaran sebelumnya, para pemudik biasanya sudah mulai berdatangan sebelum puasa dan awal puasa.

Baca juga: Mantan Napi Terorisme: Sekarang Belajar Bikin Aksi Teror Cukup dari Media Sosial

Baca juga: Sebelum Larangan Mudik Berlaku, Ratusan Santri Ponpes Gontor Dipulangkan Tiba di Solo 

Baca juga: Kemenag Blora Persilakan Warga Gelar Tarawih Berjemaah, Buka Bersama hingga Nuzulul Quran

Pendataan pemudik dimulai pekan depan.

Sehingga, Satgas Jogo Tonggo di tingkat RT dan RW diharapkan dapat lebih optimal guna pemantauan dan pengawasan para pemudik yang tiba di kampung halaman.

"Saya serahkan jogo tonggo, RT dan RW mendata siapa yang mudik. Memastikan nama, alamat dan asal perantauan. Kalau asal perantauan zonanya mengkhawatirkan, kita minta isolasi," katanya saat dihubungi Tribunjateng.com, Rabu (7/4/2021). 

Pendataan itu akan dilaporkan secara rutin seminggu sekali. Lanjutnya, dengan data yang diperoleh dari tingkat RT dan RW, pihak kecamatan bersama petugas puskesmas akan melakukan pemantauan. 

"Zona mengkhawatirkan, kita cek kesehatannya. Kita pantau selama seminggu. Kalau tidak ada gejala, kemungkinan orang itu sehat," ucapnya. 

Dia telah mengecek terminal di wilayah Ngadirojo Wonogiri yang kerap digunakan sebagai penurunan penumpang bus antar kota antar provinsi. Para perantau asal Kecamatan Jatiyoso yang biasanya mudik naik bus turunnya di wilayah tersebut. 

Selain menggunakan moda transportasi bus, para pemudik ada juga yang menggunakan mobil pribadi dan travel. 

"Saya cek kemari malam di Ngadirojo Wonogiri belum ramai. Biasanya kan lewat situ kalau yang naik angkutan umum, bus," jelas Camat Jatiyoso.

Baca juga: Kunci Jawaban Tema 7 Kelas 6 SD Halaman 100, 101, dan 102 Buku Tematik

Baca juga: Daftar Promo Indomaret Hari Ini Kamis 8 April 2021 Diskon Hand Sanitizer Hingga Sabun Mandi

Baca juga: Permudah Layanan Kesehatan Pembuatan SIM, Diluncurkan Aplikasi Simpel Pol

Terpisah Bupati Karanganyar, Juliyatmono menegaskan, pendataan para pemudik yang tiba di kampung halaman sangat penting guna pemantauan. 

"Data penting, jangan sembunyi saat mudik. Justru terbuka disampaikan, tidak akan saya kembalikan. Saya akan merawat dengan baik sampai kapan waktunya kembali bekerja (kembali ke perantauan)," terangnya.

Menurutnya, Kades yang menjadi Satgas di tingkat desa harus bijaksana melihat kondisi di lapangan. Mengingat pendekatan PPKM mikro ini berbasis RT. Apabila tidak menyediakan tempat karantina harus tetap didata dan dipantau selama di kampung halaman. (Ais)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved