Breaking News:

Perumda Air Minum Tirta Bening Pati akan Manfaatkan Sumur Baru

Bupati Pati Haryanto mengatakan, Perumda Air Minum Tirta Bening sebagai perusahaan yang sahamnya 100 persen.

Tribun Jateng/ Mazka Hauzan Naufal
Bupati Pati Haryanto ketika diwawancarai di Pendopo Kabupaten Pati, Rabu (7/4/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, PATI - Bupati Pati Haryanto mengatakan, Perumda Air Minum Tirta Bening sebagai perusahaan yang sahamnya 100 persen dimiliki pemerintah daerah terus berusaha meningkatkan pasokan air bersih untuk masyarakat.

Upaya yang diakukan antara lain ialah pembukaan jaringan pipa baru mulai Trangkil sampai Juwana sepanjang 12 kilometer.

“Kami juga membuka sumur baru di Suwaduk, Pasucen, Sidokerto, dan beberapa desa lain. Hal ini untuk memasok kebutuhan air bagi antrean panjang pelanggan baru yang jumlahnya sekitar 3.200-an,” ungkap Haryanto ketika diwawancarai di Pendopo Kabupaten Pati usai acara Gebyar Undian HUT ke-29 Perumda Air Minum Tirta Bening, Rabu (7/4/2021).

Haryanto menambahkan, untuk memasok kebutuhan air di wilayah Pati selatan, pihaknya juga sudah mengusulkan pembangunan embung di Desa Kasiyan, Kecamatan Sukolilo.

“Sudah kami usulkan ke Kementerian PUPR. DED juga sudah ada. Sudah kita siapkan luas tanah kurang lebih 6 hektare. Nanti akan dibuatkan embung untuk suplai air bersih di wilayah pati selatan. Itu paket hibah dari kementerian, kita serahkan tanah, kemudian kita dapatkan embung. Realisasi tahun ini belum bisa, mungkin 2022,” papar dia.

Haryanto menambahkan, sepanjang 29 tahun usia Perumda Air Minum Tirta Bening, yang dulu masih bernama PDAM Tirta Bening, pemerintah baru mengelola secara penuh selama 19 tahun. Sisanya dikelola oleh pihak ketiga.

Selama dikelola oleh pemerintah daerah, menurut dia, perusahaan ini selalu berkontribusi pada Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Sementara, Direktur Utama Perumda Air Minum Tirta Bening Kabupaten Pati, Bambang Soemantri, mengatakan bahwa jumlah pelanggan aktif saat ini ialah 35.250.

Selama dua tahun ke depan, masih ada antrean sekitar 3 ribu pelanggan baru.

“Karena itu kami lakukan upaya menambah pasokan air baku. Di beberapa desa ada 3-4 sumur yang belum bisa kita manfaatkan, masih idle. Tapi kemarin ada bantuan dari pemerintah melalui DAK, dibangunkan jaringan pipa dari Juwana sampai Trangkil sepanjang 12 km. Harapannya 3 sumur yang masih idle itu bisa dimanfaatkan sehingga bisa mencukupi daftar tunggu pelanggan itu,” papar Bambang.

Dia menambahkan, total nilai investasi untuk itu mencapai Rp 22 miliar. Separuh dari bantuan pemerintah, separuh lagi dari Perumda Air Minum Tirta Bening sendiri.

Bambang mengatakan, pihaknya terus berupaya meningkatkan kontribusi dividen pada pemerintah daerah selaku pemilik.

Pada 2020, pihaknya berhasil memberikan dividen sebesar 2,14 miliar. Adapun tahun ini diproyeksikan meningkat menjadi Rp 2,3 miliar.

“Artinya setiap tahun meningkat. Ini sesuai visi kami, yakni meningkatkan pelayanan pada masyarakat, meningkatkan kesejahteraan karyawan, dan meningkatkan kontribusi pada pemda,” tandas dia.

Penulis: Mazka Hauzan Naufal
Editor: Daniel Ari Purnomo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved