Sabtu, 25 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Organda Kudus Desak Kemenhub Cabut Larangan Mudik, Khawatir Terjadi PHK Saat Ramadan

Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kudus meminta pencabutan peraturan larangan mudik yang diterbitkan Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

Penulis: raka f pujangga | Editor: Daniel Ari Purnomo
Tribun Jateng/ Raka F Pujangga
Owner PO Shantika, ‎Suhartono bersama  Ketua Organda Kudus, Mahmudun, di PO Shantika, Senin (12/4/2021). 

"Harapannya pemerintah mempertimbangkan kembali, karena peraturan itu berimbas kepada kami, warung di terminal dan pedagang asongan lainnya," jelas dia.

Bahkan lembaga pembiayaan yang biasanya membantu pengadaan bus baru terhenti sejak ada ‎larangan mudik.

Karena lembaga pembiayaan khawatir bus tidak beroperasi dan menyebabkan kredit macet.

"Ini saya ada empat bus baru yang seharusnya dipakai untuk mengangkut pemudik jadi batal, dari pembiayaan juga nggak mau. Terpaksa saya beli tunai semua," katanya.

Sementara itu, Ketua Organda Kudus, Mahmudun mengharapkan pemerintah dapat memberikan solusi atas permasalahan tersebut.

Misalnya dengan melaksanakan protokol kesehatan‎ yang ketat, memakai masker, menjaga jarak antar kursi dan lain sebagainya.

"Kami harap ada solusi dari pemerintah, karena kami siap melaksanakan protokol kesehatan yang ketat," ujarnya.

Mahmudun khawatir, larangan mudik dan penghentian operasional bus hanya akan menciptakan angkutan ilegal.

Hal itu nampak dari larangan mudik 2020 lalu, truk angkutan barang justru dipakai untuk mengangkut penumpang.

"Kami melihat tahun lalu yang terjadi demikian, truk barang malah dipakai untuk p‎enumpang. Lalu muncul mobil plat hitam yang dipakai mengangkut penumpang," jelas dia.

Apalagi, tambah Mahmudun, pembatasan moda transportasi darat ‎dinilai tidak adil karena kereta api dan pesawat tetap dibiarkan.

Kemudian tempat-tempat pariwisata juga tetap dibuka, sehingga potensi keramaian tidak dicegah pada hilirnya.

"Bus dibatasi, tapi tempat wisata tetap dibuka. Sama juga kalau begini," ujar dia.

‎Sementara itu, Bupati Kudus, HM Hartopo tidak bisa berkomentar banyak karena itu merupakan kebijakan pemerintah pusat.

"Artinya saya harus mengamankan kebijakan pusat. Saya pribadi inginnya tetap bergerak, tapi kondisinya begini," ujar dia.

Hartopo berharap, pandemi bisa segera selesai sehingga roda perekonomian dapat berputar dengan cepat.

"Perputaran roda perekonomian sudah bagus sekarang ini daripada tahun lalu," jelas dia.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 2/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved