Berita Tegal
Jalan-jalan ke Kampung Gemblong di Tegal, Warganya Pelestari Jajanan Tradisional
Suasana pagi di wilayah Kampung Kalimati, Kota Tegal, tampak sepi dari aktivitas masyarakat yang berlalu-lalang.
Penulis: Fajar Bahruddin Achmad | Editor: rival al manaf
Selain itu, gemblong menjadi jajanan yang cukup favorit di masyarakat Kota Tegal.
Meski demikian, ada berbagai macam jajanan tradisional yang juga dijual.
Seperti klepon, cenil, lupis, gondem, orog-orog, jolang, ketan merah, ketan item, ketan putih, cetil, alu-alu, awul-awul, ongol-ongol, kapur, dan puli.
Lalu untuk gemblong ada empat macam, gemblong ketan, gemblong kacang, gemblong bodin, dan gemblong manis.
"Meski bukan penamaan langsung dari pemerintah. Tapi kami senang punya identitas sebagai perawat kelestarian jajanan tradisional," ungkapnya.
Asal-usul Kampung Gemblong
Liyah bercerita, para penjual jajanan tradisional di Kampung Kalimati, Kota Tegal, masih memiliki ikatan keluarga.
Semula yang berjualan jajanan tradisional adalah orangtuanya pada 1970, di sekitar Alun-alun Kota Tegal.
Kemudian setelah meninggal, Liyah melanjutkan usaha orangtuanya pada 1990.
Ketika itu ia juga dibantu oleh adik dan keponakan-keponakannya.
"Iya, itu adik-adik dan keponakan. Jadi awalnya seperti keponakan itu bantu, terus mereka buka sendiri-sendiri," katanya yang membuka lapak di Pasar Malam Alun-alun.
Liyah bersyukur, usaha rintisan orangtuanya bisa membawa berkah bagi keluarga dan saudara-saudaranya.
Terlebih saat ini sedikit sekali masyarakat yang masih eksis berbisnis di kuliner jajanan tradisional.
"Alhamdulillah dapat membawa berkah. Ini rencananya, anak saya juga mau membuka usaha mandiri di Brebes," ujarnya.
Pedagang lain, Fardumi (52) mengatakan, penjual jajanan tradisional di Kota Tegal rata-rata dari Kampung Kalimati.
Baca juga: Jadwal Imsak dan Buka Puasa Besok di Kabupaten Tegal, Ramadan Hari ke-6, Minggu 18 April 2021
Baca juga: Lawang Sewu Punya Adik di Tegal, Namanya Lawang Satus, Jadi Tempat Favorit Ngabuburit Warga
Baca juga: Video Jumlah Penumpang dari Jakarta di Terminal Tegal Masih Normal

Mereka kemudian berjualan secara tersebar di beberapa kelurahan.
Fardumi mengatakan, ia sendiri setiap sorenya berjualan di Jalan Serayu.
Ada sekira 14 macam jajanan yang dijual, di antaranya seperti gemblong, klepon, cenil, lupis, dan ongol-ongol.
"Kami rata-rata jualannya sore hari. Pukul 16.00 sudah sampai di lokasi," ungkapnya yang merupakan adik kandung Liyah. (fba)