Breaking News:

Wawancara Eksklusif

Mantan Menkes Siti Fadilah Bicara Vaksin Nusantara (2-Habis): Pemerintah Harus Tut Wuri Handayani

Eks Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari meminta pemerintah untuk Tut Wuri Handayani dalam menanggapi vaksin Nusantara. Apa maksudnya?

YOUTUBE
Mantan Menkes Siti Fadilah Supari 

TRIBUNJATENG.COM - Eks Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari meminta pemerintah untuk Tut Wuri Handayani dalam menanggapi vaksin Nusantara yang dimotori oleh eks Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto.

Tut Wuri Handayani berarti di depan, seorang pendidik harus bisa menjadi teladan di tengah murid, pendidik harus bisa memberikan ide, dan di belakang, seorang pendidik harus bisa menberikan dorongan. Begitu menurut Siti pemerintah harus menyikapi vaksin Nusantara."Saya kira semua dokter memahami. Tidak usah dokter Terawan, semua dokter pasti memahami. Covid-19 penyakit baru, jadi dipelajarinya baru. Cuma belajarnya sama dan ilmunya sudah dikemas. Saya kira tahu persis dia," ujar Siti.

Disampaikan Siti saat berbincang bersama jajaran redaksi dan Wakil Direktur Pemberitaan Tribun Network Domu D. Ambarita, bersama News Manager Tribun Network, Rachmat Hidayat Jumat (16/4)."Menurut saya pemerintah Tut Wuri Handayani. Silahkan melakukan penelitian, Tut Wuri Handayani itu tidak dilepas begitu saja. Dipantau sampai dapat hasilnya," ujar Siti.

Menurut Siti, jika hasil vaksin Nusantara baik pemerintah juga ikut beruntung, karena bisa mengharumkan nama Indonesia. "Maksud saya kalau ada orang yang mempunyai pemikiran, mbok jangan ditebang dulu," ucap Siti.

Siti meminta pelbagai pihak untuk tidak langsung 'menghakimi' vaksin Nusantara, sebelum terlihat hasilnya. "Kalau memang tidak berhasil ya sudah, ternyata hipotesis Anda salah. Tapi kalau tiba-tiba ditebang, tidak boleh meneliti, itu rasanya kok tidak Pancasilais. Menjegal ide anak bangsa," imbuh dia.

Berikut petikan wawancara Tribun Network bersama Eks Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari:

Sejauh yang Anda lihat, apakah penilitian soal vaksin Nusantara masih sesuai 'jalur'?

Kemarin saya datang kemudian diberikan briefing, petunjuk-petunjuk yang jelas banget. Terus diambil darahnya, nanti tujuh hari lagi diinjeksikan ke tubuh saya lagi. So far sih seperti penelitian-penelitian yang pernah saya lakukan. Seperti penelitian-penelitian klinik yang dokter lakukan. Katanya beliau itu mengikuti yang diperintahkan di DPR.

Jadi waktu dia di DPR, diperintahkan untuk melakukan penelitian begini-begini, dia terus mengikuti arahan DPR. Kita ikuti saja deh. Dan belum tentu berhasil kan, tapi saya berdoa mudah-mudahan berhasil.

Apa penelitian ini agak nyeleneh?

Halaman
1234
Editor: rustam aji
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved