Breaking News
Selasa, 7 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Kudus

Rayakan Hari Kartini, Mawar Ajak Perempuan Tekan Angka Pernikahan Dini di Kudus 

"‎Peran istri jelas besar di tengah pandemi, banyak suami di PHK. Bagaimana mereka putar otak sehingga bisa mendongkrak ekonomi keluarga," ujar dia.

Penulis: raka f pujangga | Editor: M Syofri Kurniawan
Tribun Jateng/Raka F Pujangga
Mawar Karyadi, istri ‎Bupati Kudus, HM Hartopo saat memimpin apel perayaan Hari Kartini, di halaman Pendopo Kabupaten Kudus, Rabu (21/4/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - Perempuan memiliki peran penting untuk menguatkan ekonomi keluarga agar tetap tegak di tengah pandemi.

Hal itu disampaikan Mawar Karyadi, istri ‎Bupati Kudus HM Hartopo saat memimpin apel perayaan Hari Kartini, di halaman Pendopo Kabupaten Kudus, Rabu (21/4/2021).

Dalam kesempatan itu Mawar yang mengenakan busana kebaya itu memimpin apel yang diikuti srikandi Kudus.

Baca juga: MU, City, Chelsea, Tottenham, Arsenal, Liverpool Mundur dari ESL, Ini Reaksi Florentino Perez

Baca juga: Jozeph Paul Zhang Tersangka Penistaan Agama yang Miliki 53,6 Ribu Subscriber & 595 Video

Baca juga: Hubungan Intim Berujung Maut, Sang Istri Ajak Selingkuhannya Eksekusi Suami saat Berada di Ranjang

Baca juga: Sifat Wanita yang Paling Disukai Pria, Jatuh Cinta hingga Menjalin Hubungan Serius

Mawar menceritakan, banyak peremp‎uan harus memiliki peran ganda untuk membantu menopang perekonomian keluarga.

Satu di antaranya saat banyak suami yang menjadi korban Pe‎mutusan Hubungan Kerja (PHK), istri ikut ambil bagian membantu ekonomi keluarga.

"‎Peran istri jelas besar di tengah pandemi, banyak suami di PHK.

Bagaimana mereka putar otak sehingga bisa mendongkrak ekonomi keluarga," ujar dia.

Mawar menjelaskan, zaman emansipasi wanita saat ini menuntut wanita tidak hanya berada di dalam rumah. 

Namun juga ikut berkarya, dan mengelola banyak hal.

‎"Motivasi untuk para perempuan agar bisa menuntaskan pendidikannya, karena pendidikan sudah menjadi keharusan," katanya.

‎Menurutnya, problem perempuan saat ini adalah meningkatnya tren pernikahan usia dini di Kabupaten Kudus.

‎Mawar mengajak, perempuan harus menyelesaikan pendidikannya dan tidak emosional untuk memutuskan berumah tangga.

‎"Saya prihatin sekali kondisi ini. 

Kita setua ini problem rumah tangga tidak bisa langsung menyelesaikan masalah.

Justru nanti malah bisa menambah masalah baru," kata dia.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved