Selasa, 12 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Kesehatan

Inilah Tanaman Gadung Tikus Obat Wasir, Sakit Perut, Menstruasi Tak Teratur Hingga Gigitan Ular

Tak banyak yang tahu tanaman Gadung Tikus memiliki berbagai manfaat. rimpang dan batangnya digunakan sebagai obat.

Tayang:
Penulis: galih permadi | Editor: galih permadi
budi santoso/BKSDA Jateng
Gadung Tikus Cantik Berkasiat Obat 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Tak banyak yang tahu tanaman Gadung Tikus memiliki berbagai manfaat.

Salah satu jenis dari suku Dioscoreaceae ini mempunyai nama daerah yang beragam, di antaranya yaitu Tacca (Umum), Gadung tikus (Indonesia), kotok bongkok (Sunda), Trenggiling mentik (Jawa), Tobitoan (Madura), Keladi murai (Malaysia), payung-payungan (Tagalog, Filipina); khot din (Thailand). Sinonimnya ada beberapa yaitu Tacca montana Rumph (1747), Tacca vesicaria Blanco (1837), Tacca rumphii Schauer (1843)
Pemanfaatan

Tacca palmata Blume ini mempunyai potensi sebagai tanaman hias yang eksotik.

Budi Santoso, Kepala KPHK Pati PEH Muda pada BKSDA Jateng, mengatakan rimpang dan batangnya digunakan sebagai obat.

Kandungan kimia didapatkan pada batang dan rimpangnya yang mengandung zat pahit taccasin dan juga B-sitosterol serta ceryl alkohol..

"Rimpang (umbi) dimemarkan ditambah air kapur untuk obat wasir, rasa parutan pahit untuk obat perut, obat menstruasi tidak teratur, juga mengobati gigitan ular, lipan, menyembuhkan luka dan pereda nyeri/demam.

Sedangkan batang yang dimemarkan diletakan di tali pusar untuk obat sakit perut," ujarnya dalam rilis yang diterima Tribunjateng.com (25/4/2021).

Gadung Tikus memiliki berbagai manfaat.
Gadung Tikus memiliki berbagai manfaat. (budi santoso/BKSDA Jateng)

Ciri-ciri

Tanaman menahun, tinggi 20 – 75 cm. Rimpang di bawah tanah kecil. Daun terdiri atas tangkai daun yang keras keluar dari rimpang, dengan daun tunggal berbagi menjari; panjang tangkai daunnya 12 – 50 cm; helai daun terbelah menjadi 5 – 7 bagian dengan diameter 15 - 20 cm, tipis;

Perbungaan tegak, keluar dari rimpang, bentuk payung, bertangkai keras dan dilengkapi dengan dua helai daun pelindung, yaitu 2 helai tidak bertangkai dan 2 helai lainnya bertangkai; tiap perbungaan berisi 8 – 25 kuntum bunga; tangkai bunga warna kuning kehijau-hijauan; perhiasan bunga berwarna coklat keungu-unguan. Buah membulat kecil, berwarna merah cerah.

Pertumbuhan

Tanaman ini dalam daur hidupnya mengalami masa istirahat, yang pada masa itu tidak terlihat adanya bagian tumbuhan di atas tanah. Pada masa demikian tumbuhan ini memerlukan air banyak.

Di Jawa tumbuh liar di hutan-hutan, di halaman rumah, di kebun – kebun, di bawah rumpun bambu, di hutan jati dan hutan sekunder campuran pada ketinggian 5 - 1000 m dpl, di tempat yang agak rindang (70 – 80 % naungan), Menyenangi tanah pasir bercampur humus dan tanah liat dengan pH sedikit asam dan gambut adalah media yang sesuai.

Di daerah tropik dan subtropik, diperlukan suhu minimum 15oC, kelembaban udara dan tanah tinggi, subur, drainasi baik, tidak terlalu gelap akan tumbuh baik.

Sebaran geografi

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved