Berita Sragen

Kakorlantas Kunjungi Exit Tol Pungkruk Sragen, Kendaraan dari Luar Jateng akan Diberhentikan

Kepala Korlantas RI, Irjen Pol Istiono berkunjung lakukan kunjungan ke pos operasi ketupat candi di Exit Tol Pungkruk,

Penulis : Mahfira Putri Maulani

TRIBUNJATENG.COM, SRAGEN – Kepala Korlantas Irjen Pol Istiono berkunjung ke pos operasi ketupat candi di Exit Tol Pungkruk, Sidoharjo, Sragen, Rabu (28/4/2021).

Kakorlantas didampingi Direktur Lalu Lintas Polda Jateng Kombes Pol Rudy Syafirudin dan Kapolres Sragen AKBP Yuswanto Ardi.

Dalam kunjungan itu, Kapolres terlebih dahulu menjelaskan titik-titik mana saja yang dipantau atau yang dilakukan penyekatan Polres Sragen.

Baca juga: Spesialis Pembobol Kotak Amal Masjid di Sragen Ditangkap Warga, Sudah 15 Kali Beraksi  

Baca juga: Sugiyono Bos Semut Rangrang Sragen Bebas, Janji Kembalikan Uang Mitra Rp 1,5 Triliun

Baca juga: Pemkab Sragen Larang Warga Mudik Kecuali Alasan Bekerja dan Belanja

Ardi mengatakan setidaknya empat titik dalam pemantauan pihaknya, dua titik di rest area Sragen yakni 519 A dan B, selanjutnya Exit Tol Pungkruk, Sidoharjo dan jembatan Timbang, Sambungmacan.

Dia melanjutkan jika kedapatan kendaraan luar daerah Jawa Tengah pihaknya akan melakukan pengecekan administrasi pengemudi dan penumpang terkait pemeriksaan swab.

Menanggapi hal tersebut, Kakorlantas Irjen Pol Istiono menyatakan seluruh Polres sudah menyiapkan diri dengan matang.

Ia mengatakan penyekatan paling efektif dilakukan (6-17/5/2021).

Bahkan sebelum penyekatan efektif sudah dilakukan operasi keselamatan pada (12-25/4/2021).

Ia melanjutkan penyekatan itu akan berbarengan dengan operasi ketupat.

"Operasi ketupat adalah operasi kemanusiaan, persuasif dan humanis tidak ada arogansi. Aturan memang ada, tapi tidak boleh serta merta diputarbalikkan begitu saja," katanya.

Jika pengemudi tidak dapat melengkapi dokumen terkait hasil swab bisa diputarbalikkan. Namun juga dilakukan swab antigen secara random gratis.

Istiono mengatakan apabila didapati hasil positif langsung di larikan ke rumah sakit terdekat.

Sehingga dirinya meminta untuk setiap pos yang disediakan swab antigen untuk menyiapkan ambulans.

Ia juga meminta para anggota agar dilakukan penindakan tegas kepada travel gelap karena banyak merugikan konsumen.

Dirinya mengatakan apabila nanti ada kelompok-kelompok tertentu mudik, dimana semua admistrasi, kelengkapan surat pendukung lengkap akan ada tanda di kendaraan umum tersebut.

Baca juga: Tak Perlu ke Kantor Desa, Kini Pelayanan Administrasi Desa Srawung Sragen Bisa Diakses secara Online

Baca juga: Bupati Sragen Apresiasi Program Internet Milik Desa

Baca juga: Kejaksaan Negeri Blora Sita Rp 1,5 Miliar Uang Hasil Dugaan Pungli dan Korupsi Kunker

"Kendaraan dengan tanda itu menandakan bahwa orang yang didalamnya dari sopir hingga penumpangnya dalam kondisi sehat semua karena sudah dicek di terminal," katanya.

Oleh karena itu, ia mengatakan dalam hal ini polisi bersifat dinamis antara kesehatan dan ekonomi masyarakat. Tinggal mengelola dan mengikuti perkembangan.

Ia melanjutkan pada (18-24/5/2021) pasca mudik, Polri tetap melakukan langkah-langkah pengetatan saja dan tidak ada penyekatan. (uti)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved