Breaking News:

Tadarus

TADARUS Ahmad Hasan: Obat Penyakit Hati

TADARUS Ahmad Hasan: Obat Penyakit Hati. Tombo ati iku lima perkarane (Obat hati itu ada lima hal)

tribunjateng/ist
Ahmad Hasan Asy’ari Ulama’I | Wakil Ketua PW Muhammadiyah Jawa Tengah 

Ditulis oleh Ahmad Hasan Asy’ari Ulama’I | Wakil Ketua PW Muhammadiyah Jawa Tengah

Tombo ati iku lima perkarane (Obat hati itu ada lima hal)
Kaping pisan maca Quran lan maknane (pertama: membaca al-Qur'an berikut maknanya)
Kaping pindo sholat wengi lakonana(kedua: dirikanlah salat malam)
Kaping telu wong kang sholeh kumpulana (ketiga: berkumpullah dengan orang saleh)
Kaping papat kudu weteng ingkang luwe (keempat: perbanyaklah berpuasa)
Kaping lima dzikir wengi ingkang suwe (kelima: perbanyaklah zikir malam)
Salah sawijine sapa bisa ngelakoni (siapa saja yang dapat menjalankan salah satunya)
Mugi-mugi gusti Allah nyembadani (Semoga Allah mencukupi)

Syair di atas tidak asing di telinga kita, terlebih sering diperdengarkan saat-saat jelang shalat, merupakan syair yang dibimbingkan kanjeng Sunan Bonang untuk membangun masyarakat yang sehat tidak hanya lahiriyahnya tetapi batiniyahnya pula.

Saat ini umat manusia masih dihadapkan kepada wabah covid 19, berbagai cara dilakukan untuk melawannya, mulai dari pencegahan hingga penanganan mereka yang terpapar virus ini. Hingga 19 April 2021 ini, korban yang meninggal di Indonesia menembus angka 582 orang dari jumlah yang terpapar 6.575 pasien.

Angka tersebut belum seberapa dibandingkan dengan korban kerusuhan, kebencian, konflik sosial dan sejenisnya yang berakar dari penyakit yang ada pada dada manusia, mulai dari prasangka buruk, ketidak adilan, kikir, amarah, sombong dan lainnya.

Hal ini ditunjukkan adanya korban setiap harinya karena kebencian, salah bicara, berebut rizki dan seterusnya.

Penyakit hati ini tidak dapat diobati dengan ramuan maupun ditangani dokter yang praktek di klinik atau rumah sakit, melainkan hanya dapat diobati penderita sendiri dengan melakukan terapi 5 hal sebagaimana diajarkan secara sederhana melalui syair di atas. Berdasarkan syair di atas, terapi penyakit hati yang baik antara lain:

Membaca al-Qur’an dengan merenungkan maknanya, sebagaimana ditegaskan di dalam firman Allah: “Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepada kalian pelajaran dari Tuhan kalian (al-Qur’an) dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada, sebagai petunjuk juga sebagai rahmat bagi orang-orang yang beriman”. (QS Yunus 10: 57). Artinya, bagi setiap mukmin yang memedomani al-Qur’an, insyaallah akan terhindar dari sifat-sifat sombong, bakhil, dan sejumlah penyakit hati lainnya yang tidak disukai Allah maupun manusia pada umumnya.

Tradisi baca al-Qur’an umumnya terhenti pada pelafalan saja sementara makna yang ada di dalamnya masih minim dihayati, lebih-lebih untuk diamalkannya, Hal inilah yang menyebabkan timbulnya sifat kontras seseorang yang membaca al-Quran namun masih ada sifat sombong, membaca al-Qur’an tetapi masih bakhil, membaca al-Qur’an tetapi masih menyakiti hati orang lain dan seterusnya.

Melengkapi shalat fardunya dengan shalat-shalat sunnah, khususnya shalat malam yang akan membantu manusia semakin dekat dengan Allah dan menekan tumbuhnya penyakit hati yang timbul karena manusia menjauh dariNya. Ingat shalat malam hanya karena-Nya, sebab shalat yang dilakukan bukan karena-Nya hanya akan memupuk penyakit hati semakin parah, seperti kesombongan, ujub, maupun riya’.

Perangai buruk bukan semata-mata potensi seseorang, namun bisa tumbuh karena bentukan lingkungan yang mengitarinya, oleh sebab itu berteman dengan orang-orang shalih akan menahan berkembangnya potensi buruk serta membantu seseorang mendapatkan pengaruh positif yang dimunculkan orang-orang shalih. Semakin banyak orang shalih dan semakin sering bergumul dengan mereka akan semakin mudah melakukan kebaikan dan memupus tumbuhnya prasangka buruk, cercaan, dan keburukan yang ditimbulkan oleh penyakit hati lainnya.

Puasa merupakan Latihan pengendalian diri, melalui puasa Allah ajarkan separuh dari kesabaran, sehingga orang yang terlatih puasa akan semakin sabar dan mampu mengendalikan amarahnya. Hati yang sakit akan mudah terpancing amarahnya, namun puasa akan mampu mengendalikannya.

Dan satu hal lagi, yang mampu mengobati penyakit hati adalah dengan mengingat Allah kapan dan di manapun berada, semua problem yang dihadapi seseorang akan memicu penyakit hati untuk mencul ke permukaan dalam bentuk amarah, mudah tersinggung, prasangka buruk, dan lainnya.

Bagi mereka yang menyandarkan hidupnya kepada Allah, maka tidak ada yang tidak ada jalan keluarnya di sisiNya, itulah sebabnya mengingatnya akan menumbuhkan ketenangan hati sekaligus meredam mencuatnya penyakit hati ke dalam ucapan ataupun tindakan seseorang. Bukankah Allah telah berfirman: Orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenang dengan mengingat Allah, ingatlah hanya dengan mengingat Allah, hati menjadi tenang (Qs ar-Ra’d 13: 28).

Itulah 5 hal yang dibimbingkan ulama untuk menekan sekaligus mengobati penyakit hati, selamat mencoba semoga Allah membersihkan hati kita dari penyakit hati yang berdampak kepada buruknya perangai atau akhlak kita sekaligus tidak disukai Allah Swt. NAudzu billah min dzalik. (*)

Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved