Breaking News:

Larangan Mudik Jateng

Kisah Dani Bawa Anak dan Istri Mudik Jalan Kaki dari Kebumen ke Bandung, Uang Saku Cuma Rp 120 Ribu

Himpitan pandemi, dan pemutusan hubungan kerja membuat seseorang terpaksa mudik. Bahkan meski uang sudah benar-benar habis.

Editor: rival al manaf
Kompas.com
Dani dan keluarga sedang melepas lelah di trotoar jalan nasional di Kabupaten Ciamis 

"Namun sekarang sudah tak lagi kerja, jadi memutuskan untuk pulang ke Bandung," tambahnya.

Dani menceritakan, ia dan keluarganya sudah berjalan selama enam hari, yaitu sejak hari Minggu (2/5/2021).

Selama perjalanan, Dani tak terlalu memaksa keluarganya untuk cepat sampai ke tujuan.

Saat cuaca panas di siang hari atau waktu sudah mulai malam dan lelah, dirinya segera mencari tempat berteduh.

Biasanaya, kata Dani, dirinya menumpang tidur di pom bensin maupun masjid, lalu mereka melanjutkan perjalanan setelah shalat Subuh.

"Hari mulai panas, kami mencari tempat teduh," katanya.

Baca juga: Jalur Pantura Kota Tegal Pada Hari Pertama Larangan Mudik, Didominasi Truk dan Mobil Barang

Baca juga: FOKUS: Puasa Mudik dan Nilai Keteladanan

Baca juga: Larangan Mudik, Polres Sragen Belum Putar Balikkan Kendaraan Luar Daerah Aglomerasi

Baca juga: Susi Pudjiastuti Mudik ke Pangandaran Naik Pesawat Pribadi, Tak Bakal Kena Cegatan Penyekatan

Sementara itu, selama perjalan dari Gombong-Ciamis, Dani mengaku tidak mengalami hambatan maupun gangguan orang jahat.

Justru, kata dia, banyak dermawan yang memberikan makanan untuk ia dan anaknya.

"Alhamdulillah," ucapnya. (Penulis: Kontributor Pangandaran, Candra Nugraha | Editor: Aprillia Ika)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Kisah Keluarga Nekat Mudik ke Bandung Jalan Kaki, Berbekal Rp 120.000 dan Jumpa Dermawan "

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved